Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Seniman di Bali Mulai Jual Karya Seni NFT

Salah satu seniman di Bali yang memanfaatkan platform NFT adalah Dewa Gede Raka Jana Nuraga. Raka yang populer dengan seni lukis di media digital sebulan terakhir telah memanfaatkan platform NFT untuk menjual karyanya.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 04 November 2021  |  14:08 WIB
Ilustrasi NFT - istimewa
Ilustrasi NFT - istimewa

Bisnis.com, DENPASAR - Seniman di Bali mulai memanfaatkan platform non-fungible token (NFT) untuk menjual karyanya karena dinilai lebih menguntungkan.

Salah satu seniman di Bali yang memanfaatkan platform NFT adalah Dewa Gede Raka Jana Nuraga. Raka yang populer dengan seni lukis di media digital sebulan terakhir telah memanfaatkan platform NFT untuk menjual karyanya.

Baginya, platfrom NFT lebih memberikan keuntungan daripada menjual karya secara konvensional. Lewat NFT, Raka merasa karyanya bisa lebih dihargai. Bahkan, keuntungan yang dia dapat pun lebih tinggi.

"Aku baru upload gambar dalam waktu sebulan, sudah tembus US$5.000, karena sistemnya di sana memberikan aku royalti sekitar 15 sampai 20 persen untuk karya-karyaku yang diperjual belikan," katanya kepada Bisnis, Rabu (3/11/2021).

Saat ini, Raka telah menjual 30 karyanya melalui platform NFT. Meskipun menguntungkan, Raka mengakui potensi pembajakan karya tetap saja bisa terjadi. Hal tersebut sama saja dengan penjualan karya secara konvensional yang juga tidak luput dari pembajakan.

"Ibaratnya dua sisi koin, yang namanya akses digital, tidak ada border, orang tinggal di desa bisa akses sepanjang ada internet, potensi bajak juga ada, tetapi dengan digital kita gampang mmenjual," sebutnya.

Co-founder Kepeng.io I Gede Putu Rahman Desyanta mengatakan saat ini pihaknya sedang mengembangkan platform yang mewadahi penjualan karya berbasis NFT yang bernama Baliola.com. PLatform NFT tersebut baru melakukan soft launching dan saat ini masih melakukan proses validasi dan verifikasi karya-karya milik seniman.

Setidaknya, ada 300 seniman di Bali yang tertarik menjual karyanya melalui platform NFT tersebut. Dari 300, yang baru lolos tahap validasi baru 20 seniman. Saat ini karya-karya seniman tersebut masih divaldiasi untuk memastikan orisinalitas karya.

"Banyak seniman di Bali tertarik, kami ingin mendorong pengembangan NFT pada seni budaya bali," sebutnya.

Menurutnya, Baliola.com berbeda dengan platform NFT lain karena memiliki proses validasi karya. Seniman akan diminta membuat surat pernyataan mengenai keaslian karya. Lewat proses ini, Baliola.com ingin hadir sebagai platform yang menjual karya seni resmi.

"Karya-karya tersebut akan mulai diperjual belikan minggu depan, kami pastikan barang-barang yang dijual di Baliola.com, resmi bukan abal-abal," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Karya seni NFT
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top