Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembangan Pelabuhan Benoa, Sejumlah Pekerjaan Sudah 100 Persen

Terminal penumpang kapal laut internasional dilakukan perluasan dari sebelumnya memiliki luas 1.500 meter persegi dengan kapasitas 800 penumpang menjadi 5.600 meter persegi dengan kapasitas 3.000 orang penumpang.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 12 September 2021  |  10:01 WIB
Seniman menghibur wisatawan di atas kapal Sea Safari Cruise 9 yang berlayar di perairan Benoa, Bali. - Antara/Fikri Yusuf
Seniman menghibur wisatawan di atas kapal Sea Safari Cruise 9 yang berlayar di perairan Benoa, Bali. - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR — Pengembangan Pelabuhan Benoa Bali dalam konsep Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) dijadwalkan rampung pada pertengahan 2023.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III Boy Robyanto mengatakan pengembangan Pelabuhan Benoa dilakukan secara bertahap dalam beberapa paket pekerjaan. Hingga saat ini pekerjaan sudah masuk pada paket kelima dari 16 paket pekerjaan yang direncanakan.

Sementara itu, beberapa pekerjaan sudah mencapai 100 persen, yakni pengerukan alur dan kolam pelabuhan tahap 1 yang dilakukan pada 2019 dan kedua adalah perluasan terminal penumpang kapal laut internasional.

“Pengerukan alur dan kolam pelabuhan dari yang sebelumnya memiliki kedalaman minus 8 meter low water spring (MLWS) menjadi minus 12 MLWS dengan kedalaman tersebut kapal pesiar sepanjang 350 meter dapat bersandar di dermaga Pelabuhan Benoa,” katanya seperti dikutip dalam rilis, Minggu (12/9/2021).

Sementara itu, terminal penumpang kapal laut internasional dilakukan perluasan dari sebelumnya memiliki luas 1.500 meter persegi dengan kapasitas 800 penumpang menjadi 5.600 meter persegi dengan kapasitas 3.000 orang penumpang.

Terminal penumpang tersebut digunakan sebagai fasilitas naik dan turun penumpang kapal pesiar yang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Benoa.

Pelindo III juga menyiapkan lokasi bagi wisatawan yang datang menggunakan kapal yacht. Saat ini pekerjaan yang sedang berjalan adalah pekerjaan pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas umum penunjang pariwisata termasuk di dalamnya UMKM plaza sudah mencapai 82 persen.

“Pengembangan Pelabuhan Benoa dalam konsep BMTH ini mengedepankan kearifan lokal Bali dan berwawasan lingkungan, dibangun dengan nuansa Bali dan terdapat kawasan hijau,” sebutnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster memberikan apresiasi atas pengembangan Pelabuhan Benoa yang dilakukan oleh Pelindo III. Konsep pengembangan BMTH sudah menggambarkan Bali sebagai daerah tujuan wisata yang berwawasan budaya dan kearifan lokal Bali.

Menurutnya, harmonisasi pembangunan penting untuk menggambarkan kehidupan asli masyarakat Bali yang lekat akan budaya dan tradisi. Selain itu, guna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

“Wisatawan yang datang melalui Pelabuhan Benoa harus merasa jika mereka berada di Bali saat pertama kali tiba, hal ini penting karena Bali memiliki nilai budaya yang kuat,” kata Koster.

Lebih lanjut, Koster meminta agar pengembangan Pelabuhan Benoa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak. Keterlibatan UMKM juga ditekankan agar perekonomian juga menjangkau seluruh lapisan masyarakat Bali.

“Masyarakat berhak memperoleh manfaat, sehingga mereka harus dilibatkan, sediakan tempat bagi mereka di Pelabuhan Benoa, agar nantinya saat pandemi ini berakhir mereka juga ikut bangkit seiring dengan kapal pesiar yang kembali datang ke Bali,” sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pelindo iii pelabuhan benoa denpasar
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top