Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ubud Terapkan Isolasi Terpusat Berbasis Desa

Cok Ace pun mendorong desa-desa untuk terus meningkatkan jumlah Isoter serta mengajak masyarakat untuk tidak ragu lagi menjalani perawatan di Isoter selain juga testing.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 25 Agustus 2021  |  21:57 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, DENPASAR -- Ubud memiliki cara berbeda dalam menekan laju kasus Covid-19 dengan mengahdirkan isolasi terpusat berbasis desa.

Berbeda dengan lokasi isolasi yang berada di hotel-hotel berbintang, isolasi terpusat berbasis desa ini menggunakan fasilitas desa sebagai upaya penanganam Covid-19. Isoter berbasis desa memanfaatkan rumah-rumah penduduk yang tidak terpakai ataupun fasilitas Desa.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan pembuatan Isoter sesuai dengan arahan Menko Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan ketika kunjungan kerjanya ke Bali minggu lalu. Pemprov Bali pun telah melakukan berbagai pendekatan Isoter, seperti Isoter di hotel-hotel berbintang yang difasilitasi Pemprov bersama dengan Pemkab/Pemkot, dan Isoter berbasis desa.

“Saya meyakini Isoter berbasis Desa sangat bagus diterapkan di Bali karena ini juga sesuai dengan kearifan lokal kita. Mungkin banyak masyarakat yang kurang nyaman jika harus diisolasi di hotel dan jauh dari tempat tinggal," katanya seperti dikutip dalam rilis, Rabu (25/8/2021).

Cok Ace pun mendorong desa-desa untuk terus meningkatkan jumlah Isoter serta mengajak masyarakat untuk tidak ragu lagi menjalani perawatan di Isoter selain juga testing.

“Tentu saja target vaksinasi terus kita kejar, sehingga masyarakat Bali bisa memenuhi target vaksin pada September mendatang,” sebutnya.

Kalaksa BPBD Prov Bali I Made Rentin mengatakan konsep Isoter berbasis Desa menurut Made Rentin bisa memanfaatkan rumah-rumah penduduk yang tidak terpakai atau fasilitas Desa, tentu saja dengan pengawasan ketat dari aparat Desa.

Kepala Dinas Kesehatan Prov BaliKetut Suarjaya mengatakan angka kasus baru di Bali masih cukup tinggi, sekitar 26%, dikarenakan varian delta yang 10 kali lebih cepat menyebar dibandingkan dengan varian Covid-19 yang biasa. Sementara itu, untuk angka kematian di Bali 90% adalah masyarakat yang belum divaksin.

“Untuk itu penambahan Isoter serta percepatan pencapaian vaksinasi kita targetkan agar bisa segera keluar dari pandemi ini,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Covid-19
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top