Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Bali Akan Subsidi Harga Tes Covid-19 di Pelabuhan

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, untuk mengatur mobilitas antarpulau Jawa dan Bali, Pemerintah Bali memberlakukan pembatasan pelaku perjalanan dalam negeri.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  21:35 WIB
Warga antre saat akan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19, di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (18/12/2020). Pengelola Bandara Ngurah Rai Bali mulai Jumat (18/12) menyediakan layanan Rapid Test Antigen setelah sebelumnya telah menyediakan layanan Rapid Test Antibodi yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf - hp.\r\n
Warga antre saat akan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19, di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (18/12/2020). Pengelola Bandara Ngurah Rai Bali mulai Jumat (18/12) menyediakan layanan Rapid Test Antigen setelah sebelumnya telah menyediakan layanan Rapid Test Antibodi yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf - hp.\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk mencegah penularan Covid-19 lebih lanjut, pemerintah daerah Bali menerapkan aturan wajib tes swab PCR atau rapid test antigen untuk masuk Bali. Gubernur Bali berencana memberi subsidi harga tes agar tak memberatkan masyarakat.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, untuk mengatur mobilitas antarpulau Jawa dan Bali, Pemerintah Bali memberlakukan pembatasan pelaku perjalanan dalam negeri.

“Akhir tahun itu lewat udara harus swab PCR, kalau lewat laut bisa antigen. Tapi dengan aturan yang baru kami berlakukan sama, darat laut udara harus bawa hasil negatif swab PCR atau rapid antigen,” kata Wayan Koster dalam konferensi pers, Jumat (8/1/2021).

Adapun, untuk kendaraan logistik, Gubernur Bali memberikan peraturan khusus, juga dengan bantuan Badan Nasional Penggunaan Bencana (BNPB).

Sebelumnya, para supir kendaraan logistik sempat melayangkan komplain atas aturan keluar masuk Bali menggunakan tes swab PCR atau rapid test antigen.

“Untuk transportasi logistik, kami akan bantu dari bantuan dari BNPB supaya tidak bayar,” kata Wayan Koster.

Kemudian, untuk trasportasi umum di luar logistik, Wayan Koster mengatakan akan mengupayakan untuk berdialog dengan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberanan (ASDP) agar biayanya bisa disubsidi.

“Kalau bisa disubsidi Rp100.000. Di [Pelabuhan] Ketapang itu tes antigen cuma Rp150.000 dari harga maksimumnya Rp250.000. Begitu juga yang perjalanan udara, akan kami bicarakan juga Angkasa Pura," ujarnya. 

Harapannya, walaupun ada pengaturan pembatasan sedemikian rupa dari pemerintah, agar tidak terlalu membebani masyarakat.

“Apalagi Jawa Bali cukup aktif transportasi logistiknya, jangan sampai terganggu supply bahan-bahan pokok ke Bali hanya karena ada aturan begini,” imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali bandara ngurah rai Rapid Test
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top