Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Denpasar Alami Empat Kali Inflasi Sepanjang Pandemi Covid-19

Jumlah inflasi selama pandemi yang dialami Denpasar jauh lebih rendah dari Singaraja. Singaraja selama pandemi Covid-19 telah mengalami inflasi sebanyak enam kali dengan besaran inflasi tahunan 2,48 persen.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  13:35 WIB
Pelabuhan Sanur yang menjadi objek vital di Kota Denpasar ini merupakan tempat penyeberangan bagi kapal-kapal kecil ke pulau-pulau di sekitar Bali, seperti Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, dan Pulau Nusa Lembongan, serta Pulau Gili Terawangan di Lombok, NTB.  - Kementerian BUMN
Pelabuhan Sanur yang menjadi objek vital di Kota Denpasar ini merupakan tempat penyeberangan bagi kapal-kapal kecil ke pulau-pulau di sekitar Bali, seperti Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, dan Pulau Nusa Lembongan, serta Pulau Gili Terawangan di Lombok, NTB. - Kementerian BUMN

Bisnis.com, DENPASAR — Kota Denpasar, Bali, telah mengalami enam kali inflasi sepanjang 2020 dengan besaran inflasi tahunan 0,55 persen. Empat di antaranya terjadi selama pandemi Covid-19.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statisik (BPS) Bali, pada Desembe 2020, Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,62%. Inflasi yang terjadi pada Desember 2020 mengikuti realisasi bulan sebelumnya yang juga mencatatkan inflasi sebesar 0,20%.

Sementara itu, pada bulan-bulan sebelumnya, Denpasar terus mengalami deflasi, kecuali pada Januari 2020, Februari 2020, Maret 2020, dan Juni 2020 yang masih mengalami inflasi.

Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) sama dengan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2020 terhadap Desember 2019 atau year on year) yaitu 0,55 persen.

Jumlah inflasi selama pandemi yang dialami Denpasar jauh lebih rendah dari Singaraja. Singaraja selama pandemi Covid-19 telah mengalami inflasi sebanyak enam kali dengan besaran inflasi tahunan 2,48 persen.

Kepala BPS Bali Hanif Yahya mengatakan penyumbang inflasi terbesar di Denpasar berasal dari kelompok makanan sebear 0,41 persen dan perlengkapan rumah tangga 0,20 persen. Rata-rata peningkatan harga terjadi pada komoditas cabai rawit sebesar 64,75 persen, tomat 43,95 persen, penggorengan 11,76 persen, dan canang sari 11,37 persen.

"Inflasi inti Denpasar adalah sebesar 0,25 persen, inflasi dari harga yang diatur pemerintah mengelami inflasi 0,27 persen dan untuk harga bergejolak Denapsar alami 2,91 persen," katanya Senin (4/1/2021).

Adapun, lima komoditas utama penyumbang inflasi selama 2020 di Denpasar adalah emas perhiasan sebesar 0,20 persen, cabai merah 0,19 persen, daging babi 0,13 persen, beras 0,09 persen, dan minyak goreng 0,08 persen.

Lima komoditas utama penahan inflasi di Kota Denpasar selama 2020 adalah tarif angkutan udara yang deflasi 0,34 persen, daging ayam ras deflasi 0,22 persen, bensin deflasi 0,14 persen, lemari pakaian deflasi 0,05 persen, dan tarif listrik deflasi 0,04 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Inflasi bps denpasar
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top