Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mitra Gojek Berkontribusi Rp6,7 triliun pada Perekonomian Denpasar Bali

Riset ini menunjukkan bahwa ekonomi digital seperti Gojek saat masa normal mempunyai potensi besar untuk membantu menggerakkan ekonomi daerah.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  20:43 WIB
Ilustrasi pengemudi Gojek mengikuti inisiatif J3K di Bekasi. - Antara
Ilustrasi pengemudi Gojek mengikuti inisiatif J3K di Bekasi. - Antara

Bisnis.com, DENPASAR - Kontribusi mitra Gojek pada Produk Domestik Regional Bruto mencapai Rp6,7 triliun atau menggerakan 12 persen PDRB Kota Denpasar Bali pada 2019.

Wakil Kepala Lembaga Demografi FEB UI Paksi C.K Walandouw mengatakan dalam riset mengenai peran ekosistem digital Gojek di ekonomi Indonesia sebelum dan saat pandemi Covid-19 menunjukan bahwa omzet UMKM yang bergabung dalam GoFood di 2019 meningkat 23 persen.

Sementara omzet social sellers GoSend meningkat 16 persen, dan omzet UMKM GoPay meningkat 18 persen sejak bergabung dengan Gojek.
Kemudian 80 persen UMKM GoFood juga mengalami peningkatan volume transaksi dan 99 persen dari pelanggan baru.

"Riset ini menunjukkan bahwa ekonomi digital seperti Gojek saat masa normal mempunyai potensi besar untuk membantu menggerakkan ekonomi daerah," tuturnya melalui siaran pers, Jumat, (2/10/2020).

Selain itu, lanjutnya, Gojek juga mempercepat digitalisasi UMKM dan inklusi keuangan, seperti ditunjukkan oleh data bahwa GoFood mampu mengantarkan UMKM untuk pertama kalinya mempunyai bisnis digital sebesar 87 persen dan menggunakan pembayaran non-tunai sebesar 51 persen.

"Sedangkan, sejak bergabung dengan Gojek, 57 persen mitra GoRide dan 71 persen GoCar rutin menabung," jelasnya.

Kehadiran mitra Gojek tidak hanya berdampak terhadap UMKM di dalam ekosistem Gojek, UMKM di luar ekosistem Gojek seperti penyedia bahan baku di pasar dan bengkel kendaraan juga mendapatkan manfaat dari kehadiran Gojek di Denpasar, dengan mengalami peningkatan omzet sebesar 6 persen.

Paksi menambahkan, keberadaan Gojek juga menimbulkan efek domino di sektor lainnya. Seperti dampak multiplier, atau kontribusi tidak langsung keberadaan Gojek pada PDRB Denpasar di 2019, mencapai Rp739 miliar.

Menurutnya, hasil ini dihitung dari pendapatan UMKM di luar ekosistem Gojek, seperti bengkel yang digunakan mitra pengemudi, atau pedagang pasar yang menjual bahan baku ke mitra GoFood setelah Gojek beroperasi di Denpasar.

Riset LD FEB UI ini dilakukan di beberapa wilayah Indonesia dengan menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka untuk melihat kontribusi Gojek di 2019.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top