Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelaku Pariwisata Sudah 'Kehabisan Napas', Koster Belum Akan Buka Pariwisata

Pemprov Bali masih mempertimbangkan secara cermat dan perlu waktu untuk kembali dibuka.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  10:49 WIB
Suasana kawasan wisata Pantai Kuta yang ditutup sementara tampak lengang di Badung, Bali, Minggu (31/5/2020). Salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata tersebut masih ditutup dari aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Fikri Yusuf
Suasana kawasan wisata Pantai Kuta yang ditutup sementara tampak lengang di Badung, Bali, Minggu (31/5/2020). Salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata tersebut masih ditutup dari aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR - Pelaku pariwisata masih harus memperpanjang napas, karena Gubernur Bali I Wayan Koster belum akan membuka kembali sektor ini untuk umum.

Koster menyatakan Pemprov Bali masih mempertimbangkan secara cermat dan perlu waktu untuk kembali dibuka. “Sampai saat ini, penerbangan internasional belum dibuka, dan kami masih berhitung karena resikonya cukup besar,” jelasnya, Rabu (4/6/2020).

Selain belum akan membuka industri pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah, Bali juga tidak akan menuju pemberlakukan normal baru. Koster menilai bukan normal baru yang akan diadopsi, melainkan mengarah pada tatanan kehidupan era baru yang secara substansial mengandung implementasi dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru.

Meskipun pariwisata belum dibuka, mantan anggota DPR RI tersebut menyatakan aparatur sipil negara (ASN) Bali akan kembali masuk kerja mulai 5 Juni 2020.

Menurutnya, surat edaran yang akan mulai diberlakukan pada 5 Juni 2020 ini bertujuan memastikan berjalannya pelaksanaan tugas dan fungsi kinerja instansi secara efektif, namun tetap mengutamakan prosedur kesehatan seperti jaga jarak, penggunaan masker, mencuci tangan, penyediaan hand sanitizer dan lainnya.

Gubernur menekankan kepada semua pimpinan OPD mulai dari dinas, biro dan badan agar betul-betul memastikan penerapan protokol kesehatan ini dengan disiplin. Dibentuk pula tim pengawas agar dilaksanakan dengan baik dan ketat.

“Jadi masih terbatas pada kantor pemerintahan. [kebijakan] ini dilaksanakan sesuai arahan pemerintah pusat. Jadi harus dilaksanakan di daerah,” jelasnya.

Sebelumnya, pelaku pariwisata Bali yang tergabung dalam Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) meminta pemerintah dapat membuka sektor ini setidaknya mulai Juli. Wakil Ketua IHGMA Bali I Made Ramia Adnyana mengatakan pelaku pariwisata sudah kehabisan 'napas'.

"Napas kami cuma sampai akhir Juni saja, sudah susah sekali sekarang ini," jelasnya ketika ditemui di Kuta.

Menurutnya, selama ini biaya operasional hotel masih ada sedangkan pendapatan tidak ada. Jika sektor ini tidak segera dibuka dengan tetap mengenakan protokol kesehatan, akan banyak hotel mengalami penutupan permanen.

Ramia menegaskan pelaku pariwisata pada saat ini sudah mulai menyiapkan diri menghadapi normal baru. Selain mengadopsi protokol kesehatan, manajemen sejumlah hotel juga sudah memberikan pelatihan bagi karyawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top