Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemprov Bali Menyiapkan SOP Normal Baru

SOP ini menyangkut pelayanan terhadap wisatawan, mulai dari bandara hingga menuju tempat menginap.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  16:43 WIB
Petugas menghentikan pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan masker saat penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di wilayah Desa Adat Panjer, Denpasar, Bali, Kamis (28/5/2020). Sebanyak lima kelurahan/desa adat di Denpasar mulai menerapkan PKM di wilayahnya masing-masing pada 28 Mei hingga 28 Juni 2020 untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Petugas menghentikan pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan masker saat penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di wilayah Desa Adat Panjer, Denpasar, Bali, Kamis (28/5/2020). Sebanyak lima kelurahan/desa adat di Denpasar mulai menerapkan PKM di wilayahnya masing-masing pada 28 Mei hingga 28 Juni 2020 untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, DENPASAR — Dinas Pariwisata Provinsi Bali menyiapkan Prosedur Standar Operasional (SOP) dalam menyongsong normal baru pasca Covid-19 di Pulau Dewata.

Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa mengatakan SOP ini menyangkut pelayanan terhadap wisatawan, mulai dari bandara hingga menuju tempat menginap. Termasuk jika wisman pergi ke destinasi wisata diwajibkan menggunakan masker, melakukan pengkuran suhu, physical distancing, penggunaan diseinfektan, termasuk penanganan bila terjadi kasus.

“Yang kami utamakan adalah sharing responsibility antara wisatawan dengan pekerja agar sama sama aman,” katanya saat dihubungi oleh Bisnis, Kamis (28/5/2020).

Dia mengatakan, pada akhir Mei konsep pelaksanaannya sudah rampung dan akan diserahkan pada Badan Riset dan Inovasi Daerah selaku koordinator pelaksana. Salah bagian dari satu dari SOP ini mengenai pengurangan seat capacity hingga 50 persen di area publik seperti restoran, dan mode trasnsportasi.

Rencana normal baru dari pemerintah ini turut disambut hangat oleh pemangku pariwisata di Bali. Dengan catatan harus adanya ekosistem yang terintegrasi.

Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali Ketut Swabawa menyampaikan agar tidak hanya standar hotel yang dibangun, tapi sektor transportasi maupun penyediaan bahan makanan juga harus diberlakukan normal baru.

“Bali tidak tentang industri hotel dan bandara, tapi semua sektor turut berpengaruh dalam normal baru ini,” tambahnya.

Dia menuturkan, penerapan normal baru sudah diprediksi dari 3 – 4 tahun lalu ketika munculnya bom Bali. Hanya saja daerah dengan julukan Pulau Seribu Pura ini belum memiliki time frame yang jelas, sehingga Bali belum siap apabila aktivitas industri ada.

“Awal Juni ini baru akan menyentuh tenaga medis dan logistik, tapi untuk pariwisata SOP belum ditetapkan,” tambahnya.

Menurutnya, jika pemerintah telah menetapkan prosedur dan frame yang jelas untuk kembali di bukanya industri pariwisata dengan konsep normal baru serta memberikan pelatihan pada setiap karyawan. Pihaknya optimis pada Juli 2020 mendatang sektor ini siap beroperasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pariwisata
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top