Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satu Desa di Buleleng Dikarantina, Tutup Total, Pemkab Pasok Sembako

Setiap orang akan mendapatkan bantuan berupa beras sebanyak 0,4 kilogram, 3 butir telur, 2 mi instan dan minyak goreng.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  14:43 WIB
Sejumlah umat Hindu mengikuti ritual upacara Caru Antha Septa di kawasan Catur Muka, Denpasar, Bali, Rabu (29/4/2020). Ritual tersebut dilakukan untuk memohon berakhirnya wabah COVID-19 dan keselamatan masyarakat dunia. - Antara/Fikri Yusuf
Sejumlah umat Hindu mengikuti ritual upacara Caru Antha Septa di kawasan Catur Muka, Denpasar, Bali, Rabu (29/4/2020). Ritual tersebut dilakukan untuk memohon berakhirnya wabah COVID-19 dan keselamatan masyarakat dunia. - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR - Sebanyak 16 orang positif Covid-19 setelah menjalani tes Swab di Desa Bondalem, Tejakula, Buleleng. Mereka merupakan 14 orang pedagang, satu orang keluarga PDP 18 dan satu orang Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan saat ini masyarakat di Desa Bondalem diminta diam di rumah selama 15 hari. Tidak ada interaksi sosial, ekonomi dan sebagainya sehingga tidak ada interaksi keluar masuk desa.

"Dengan kebijakan menetapkan penerapan karantina ini, Pemkab memiliki kewajiban untuk menyiapkan bantuan pangan bagi warga di Desa tersebut," katanya melalui siaran pers, Senin (4/5/2020).

Dia mengatakan, bantuan yang diberikan yakni setiap orang akan mendapatkan bantuan berupa beras sebanyak 0,4 kilogram, 3 butir telur, 2 mi instan dan minyak goreng.

"Penetapan Karantina Desa ini akan diberlakukan sejak Minggu, 3 Mei 2020 sore," tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya telah mengintruksikan kepada Perbekel Desa Bondalem untuk melakukan pendataan kepada warga guna mengoptimalkan pemberian bantuan sembako. Selain itu, untuk memaksimalkan proses tracing terhadap keluarga pasien terkonfirmasi positif.

“Perbekel Bondalem sudah saya minta untuk melakukan pendataan terhadap jumlah warga di sana, agar disampaikan berapa masyarakat yang mampu dan masyarakat yang kurang mampu,” tegasnya.

Khusus di Banjar Celagi Batur, sambungnya, sebanyak 94 orang dari 28 Kepala Keluarga (KK) diberlakukan karantina secara tertutup. Selama 14 hari, 94 orang tersebut tidak diperkenankan keluar rumah, namun makanan siap saji akan disediakan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng.

Untuk warga Desa Bondalem lainnya selama masa karantina desa tidak diperkenankan keluar Desa Bondalem, dan warga dari desa lain juga tidak diperkenankan ke Desa untuk sementara waktu. Termasuk warung-warung makan, warung kopi, atau warung kecil lainnya tidak dibuka dulu kecuali penjual sembako, penjual gas tetap buka namun terbatas.

“Semua ini akan diawasi oleh seluruh aparat keamanan yang ada di Buleleng," imbuhnya.

Sementara itu, Sekda Buleleng Gede Suyasa mengatakan akan segera membuat Surat Keputusan (SK) Bupati kepada Dinas Sosial sebagai acuan dasar pemberian sembako. Suyasa mengatakan, sudah melakukan estimasi biaya untuk seluruh warga Bondalem sebagai konsekuensi penerapan karantina desa.

"Pemkab Buleleng akan menyiapkan kurang lebih 102 ton beras untuk warga Desa Bondalem selama 14 hari, untuk dana pemberian sembako diperkirakan sebanyak 38 miliar dengan rincian Rp15.000 per orang," tuturnya.

Langkah lain yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng adalah dengan melakukan penelusuran terhadap warga yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif. Penelusuran dilakukan mulai dari radius 300 sampai 500 meter dari tempat tinggal pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top