Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemprov Bali Belum Ada Rencana Potong Gaji ASN Untuk Penanggulangan Covid-19

Jika sejumlah daerah di luar Bali seperti Jawa Barat mewacanakan pemotongan gaji ASN untuk penanggulangan Covid-19, pemprov Bali memilih belum mengikuti jejak tersebut.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 01 April 2020  |  08:52 WIB
Ketua Satgas Penanggulangan Covid/19 Bali Dewa Made Indra
Ketua Satgas Penanggulangan Covid/19 Bali Dewa Made Indra

Bisnis.com, DENPASAR—Jika sejumlah daerah di luar Bali seperti Jawa Barat mewacanakan pemotongan gaji ASN untuk penanggulangan Covid-19 atau virus corona, pemprov Bali memilih belum mengikuti jejak tersebut.

 

Sekda Bali Dewa Made Indra menegaskan belum ada rencan kebijakan pemotongan gaji ASN di tengah situasi seperti sekarang. Untuk penanganan penyebaran virus membahayakan ini di Pulau Dewata, pihaknya memilih mengikuti arahan dari pemerintah pusat.

 

“Bahwa sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat, penanganan Covid 19 di daerah agar  menggunakan belanja  tak terduga dan jika belum cukup dapat melakukan   realokasi dana pemerimtah untuk pembangunan dialihkan untuk penanganan  Covid 19. Belum ada kebijakan memotong gaji ASN di tengah situasi seperti saat ini,” jelasnya dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (1/4/2020).

 

Salah satu daerah yang sudah mewacanakan pemotongan gaji adalah Jawa Barat. Gubernur Jabar Ridwan Kamil seperti dikutip Bisnis, berencana memotong gajinya dan wagub serta ASN untuk penanggulangan virus yang kini sudah menyebabkan kematian ribuan orang di dunia.

 

Dewa Indra menekankan kata kunci yang paling menentukan dalam memenangkan peperangan melawan Covid 19 adalah ketaatan dan kedisiplinan dari masyarakat untuk mengikuti arahan dari Pemerintah.  Setiap  orang bertanggung jawab pada diri sendiri, keluarga  dan masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran Covid 19. Baik dengan  dengan melakukan pysical distancing, mengurangi aktivitas diluar rumah,melakukan pola hidup bersih dan sehat serta berolahraga. 

 

Bila itu bisa dilakukan dengan penuh disiplin oleh seluruh masyarakat maka dipercaya penyebaran Covid 19 bisa dihentikan. Menurutnya, terjadinya penambahan pasien positif maupun PDP mengindikasikan bawah masyarakat belum disiplin.

 

“Kalau semua disiplin tidak ada penambahan kasus,” tegasnya.

 

Dewa menyatakan benteng pertahanan dari penyebaran virus dari luar negeri maupun  luar Bali juga sudah diperkuat. Kendati demikian, kedisiplinan warga berperan penting  untuk mengakhiri penyebaran virus ini, karena seluruh masyarakat bertanggungjawab atas keselamatan diri, keluarga dan masyarakat di sekitarnya. 

 

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Bali ini menghimbau kepada warga masyarakat yang baru pulang dari luar negeri dan dari luar daerah melakukan isolasi sendiri. Satgas juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Bali, untuk tetap waspada bahkan meningkatkan kewaspadaanya karena penyebarannya menunjukan tren peningkatan di tingkat nasional.

 

“Covid-19 bukan sesuatu yang ditanggapi dengan remeh, tetapi harus dengan kewaspadaan yang tinggi,” tuturnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Virus Corona ASN covid-19
Editor : Feri Kristianto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top