Kekurangan BBM di Sabu Raijua Dipasok dari Stok Gudang Agen

Kekurangan pasok bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Sabu Raijua berhasil diatasi dengan mengambil stok dari gudang lain Agen Premium Minyak Solar (APMS), setelah terminal AMPS milik Antoni Niti Susanto itu terbakar Rabu (12/2/2020)
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  08:41 WIB
Kekurangan BBM di Sabu Raijua Dipasok dari Stok Gudang Agen
/Ilustrasi

Bisnis.com, KUPANG - Kekurangan pasok bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Sabu Raijua berhasil diatasi dengan mengambil stok dari gudang lain Agen Premium Minyak Solar (APMS), setelah terminal AMPS milik Antoni Niti Susanto itu terbakar Rabu (12/2/2020)

Bupati Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, Nikodemus Rihi Heke mengatakan, kondisi kekurangan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk masyarakat akibat terbakarnya sebuah Agen Premium Minyak Solar (APMS) didaerahnya bisa teratasi.

“Pasokan BBM untuk masyarakat akan berkurang akibat peristiwa ini, tapi bisa teratasi karena ada stok pada gudang yang lain,” katanya ketika dihubungi dari Kupang, Jumat (14/2/2020) seperti dilaporkan Antara.

Dia menjelaskan,dampak terbakarnya AMPS di Sabu Raijua itu telah melenyapkan sebanyak 10 tangki BBM jenis premium, 70 drum pertalite, dan 25 drum pertamax yang merupakan jatah untuk Sabu Raijua.

Bupati Nikodemus mengatakan, namun demikian masih ada stok yang disimpan di gudang lain yang bisa disalurkan untuk masyarakat sehingga tidak berdampak pada kelangkaan BBM.

“Saya juga sudah berkoordinasi dengan pemilik APMS Antoni Niti Susanto untuk mengatasi dampak kekurangan itu,” katanya.

Dia mengatakan, telah meminta pemil APMS agar secepatnya mengirim kuota BBM untuk Sabu Raijua yang masih tersisa pada Februari.

“Selain itu jatah BBM untuk Maret juga kami minta agar kalau bisa dikirim pada akhir Februari ini untuk memastikan pasokan tetap lancar,” katanya.

Dia menambahkan, dampak kebakaran tersebut tidak menimbulkan kelangkaan BBM karena selain APMS, daerah setempat juga terdapat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Diberitakan sebelumnya, sebuah APMS di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur terbakar pada Rabu (12/2/2020) siang.

Hasil pendataan Kepolisian setempat mencatat kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai Rp1 miliar dan hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kebakaran itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BBM

Sumber : Antara
Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top