Tenaga Kerja China di Bali Diimbau Taat Karantina

Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Bali, Mr Gou Haodong mengimbau tenaga kerja asing asal China agar taat karantina saat bekerja di Bali.
Busrah Ardans
Busrah Ardans - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  20:16 WIB
Tenaga Kerja China di Bali Diimbau Taat Karantina
Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Bali, Mr Gou Haodong (kanan) saat menjelaskan kepada wartawan dalam jumpa pers di Gedung Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, Selasa (4/2/2020). - Bisnis/Busrah Ardans

Bisnis.com, DENPASAR - Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Bali, Mr Gou Haodong mengimbau tenaga kerja asing asal China agar taat karantina saat bekerja di Bali.

Ada 200 orang tenaga kerja dari China yang berada di Bali dan mayoritas berkerja di Pembangkit Listrik Celukan Bawang.

"Setahu kami yang pulang belakangan ini ke Tiongkok dan kembali ke Indonesia mereka sudah di karantina selama 14 hari di rumahnya, tidak ada aktivitas apapun. Jika ada gejala demam langsung dibawa ke rumah sakit," kata Mr Gou di Gedung Konsumen Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, Selasa (4/2/2020).

Tidak hanya para pekerja, dia mengingatkan juga bagi karyawan yang berada di Konjen ketika pulang ke Tiongkok dan tiba di Indonesia harus isolasi di rumah dua minggu sebelum bekerja.

Cara itu sebagaimana yang diterapkan di Wuhan untuk mencegah penularan. Cara-cara itu menurut pemerintah China merupakan cara efektif untuk menekan penyebaran wabah Virus Corona.

"Warga Hubei atau Wuhan ketika pulang ke rumah mereka akan isolasi sendiri di rumah. Kondisi di sana juga aktivitasnya berhenti dan semua warga diam di rumah saja," ungkapnya.

Dari data yang dia peroleh sekitar 5.000 wisman Tiongkok yang masih berada di Bali, termasuk 200 orang asal Wuhan.

"Sampai saat ini masih ada 5.000 turis Tiongkok yang ada di Bali, 200 orang yang asal Wuhan. Sebelumnya ada 6.000 turis Tiongkok yang datang ke Bali tiap hari, tapi setelah wabah Virus Corona cuma 1.000 saja. Kami juga sedang mendata lagi saat ini," ungkapnya didampingi Konsular Muda, Li Changda.

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, sejak 22 Januari lalu TKA asal China tercatat ada 280 orang.

Masing-masing berprofesi sebagai komisaris, guru, koki, teknisi juga manajer dengan masa tinggal bervariasi dari 1 bulan sampai 12 bulan.

Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya menuturkan timnya menggelar pembahasan mengenai tenaga kerja asal China yang ada di Bali. Hasilnya, dari tenaga kerja yang sudah lebih dari 14 hari di Bali tidak akan ada pengawasan personal terkait gejala terjangkit virus Corona.

Pengawasan, tambahnya, dilakukan kalau terdapat laporan dan indikasi mengalami gejala demam atau mengarah pada Pneunomia.

“Sudah kami bicarakan, untuk pekerja yang sudah bekerja lebih dari 14 hari dan sudah tidak melakukan perjalanan ke China. Batas inkubasi kan 14 hari di bawah itu kita awasi. Jika yang sudah di Bali lebih dari 14 hari dan dia sehat-sehat saja berarti kemungkinan untuk tertular tidak. Artinya mereka pasti bekerja cukup lama di Bali jadi tidak ada kecurigaan. Kalau suspect baru dites," kata Suarjaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, virus corona

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top