Biznet Ekspansi Pasar Wilayah Bali Utara

Biznet Bali merencanakan ekspansi besar-besaran ke beberapa wilayah di luar Bali selatan pada 2020 mendatang.
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  16:44 WIB
Biznet Ekspansi Pasar Wilayah Bali Utara
Biznet - Ilustrasi

Bisnis.com, DENPASAR — Biznet Bali merencanakan ekspansi besar-besaran ke beberapa wilayah di luar Bali selatan pada 2020 mendatang.

Senior Manager Sales Biznet Regional East Indonesia Bagus Wicaksono mengatakan hal tersebut dilakukan untuk mendukung pemerataan jaringan internet ke seluruh pelosok daerah yang saat ini masih didominasi oleh kawasan Bali selatan seperti Denpasar dan Badung.

Dia menyebut, hal ini ditandai dengan pembangunan infrastruktur jaringan internet termasuk kantor Biznet di beberapa wilayah tersebut seperti Jembrana, Buleleng, Karangasem dengan didukung layanan internet super cepat untuk mengakomodir segmen bisnis skala besar, menengah dan kecil.

Wicaksono memprediksi kebutuhan jaringan internet diprediksi akan terus meningkat meski dihadapkan pada lemahnya kondisi ekonomi nasional. hal ini disebabkan karena fenomena saat ini banyak masyarakat khususnya kaum milenial yang banyak memanfaatkan internet sebagai kebutuhan sehari-hari.

"Jadi kami sudah siapkan rencana itu di tahun 2020 mendatang," ujarnya di sela-sela media gathering dalam rangka hut Biznet ke 19 di Denpasar, Selasa, (15/10/2019).

Dia menambahkan, saat ini jaringan internet Biznet di Bali lebih didominasi di kawasan Bali selatan seperti Denpasar dan Badung. Dua wilayah ini tercatat sekitar 80 persen dari kebutuhan rata-rata kebutuhan jaringan internet di Bali.

Tiga paket internet unggulan yang ada di seperti paket layanan Biznet dedicated internet, layananan Biznet Metronet (hospitality) dan layanan Biznet home (retail).

Menurutnya, Berdasarkan pangsa pasar Biznet di Bali lebih didominasi oleh kebutuhan internet retail dan hospitality sekitar 60 persen untuk retail dan 40 persen. Dengan rincian sebanyak  8000 jaringan sementara untuk jaringan hospitality sebanyak 5600 jaringa.

"Dengan data tersebut Bali menjadi market potensial terbesar kedua secara nasional setelah Jakarta," imbuhnya.

Menurutnya, di usia 19 tahun ini pihaknya mantap menjadikan perusahaan ini sebagai penyedia Infrastruktur digital yang terintegrasi di Indonesia.

Wicaksono menyebut, sebagai perusahaan teknologi dalam negeri yang terus berkembang, Biznet terus berkomitmen menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan telekomunikasi digital yang terintegrasi. Hal ini dibuktikan dengan menghadirkan beberapa layanan internet. Seperti layanan internet yang berkualitas serta layanan cable tv dengan higt definition (HD) yang ditingkatkan menjadi layanan IPTV.

Saat ini sudah ada sebanyak 110 kabupaten kota yang dilalui oleh fiber optic mil Biznet dengan total jaringan sepanjang 33.000 kilometer yang terpasang dari negara Singapura. Bahkan, awal tahun 2020 mendatang, perusahaan jaringan internet yang berdiri tahun 2000 ini akan melakukan ekspansi ke beberapa wilayah di luar jawa seperti Kalimantan, Sulawesi.

"Untuk mengoptimalkan pelayanan penyimpanan data, kami juga membangun  pusat layanan Biznet data center di tiga wilayah yaitu Jakarta, Jawa barat, serta Bali. Dan pada 2020 akan dibangun pusat data Biznet center di Yogyakarta,"

Khusus di Bali, pihaknya juga ada satu program lagi yaitu program lebih dekat dengan masyarakat dengan cara membuka beberapa stor Biznet di beberapa wilayah di Denpasar seperti. Disana masih termasuk wisatawan bisa menikmati internet gratis. Ini dilakukan bagian cara untuk mementanant pariwisata agar mendapatkan Citra positif dari wisatawan.

"Saat ini kami terkendala aturan lokal dimana aturan tersebut berkaitan dengan estetika lingkungan. Karena ada beberapa wilayah di Bali tidak mau adanya jaringan kabel Internet," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
biznet, bali

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top