Malaysian Re Rilis Survei Pasar Asean Insurance Pulse 2019 di Bali

Malaysian Re) merilis laporan survei pasar Asean Insurance Pulse 2019 dalam 12th ASEAN Insurance Congress, yang berlangsung di Kuta, Bali, Selasa (1/10/2019).
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  18:37 WIB
Malaysian Re Rilis Survei Pasar Asean Insurance Pulse 2019 di Bali
Kepala Eksekutif Malaysian Re Zainudin Ishak, bersama Kepala Departemen Pengawasan Non Bank OJK Ariastiadi Saleh Herutjakra, serta President dan Sekretaris Jenderal Dewan Asuransi Asean Evelina F. Pietruschka, dan Kepala Eksekutif Lembaga Pelatihan dan Penelitian Asuransi (AITRI) Asean Shalini Pavithran dalam acara laporan survei pasar Asean Insurance Pulse 2019 dalam 12th ASEAN Insurance Congress, yang berlangsung di Kuta, Bali, Selasa (1/10 - 2019).

Bisnis.com, DENPASAR— Malaysian Reinsurance Berhad (Malaysian Re) merilis laporan survei pasar Asean Insurance Pulse 2019 dalam 12th ASEAN Insurance Congress, yang berlangsung di Kuta, Bali, Selasa (1/10/2019).

Peluncuran hasil survei ketiga kalinya ini dilakukan oleh Kepala Departemen Pengawasan Non Bank OJK  Ariastiadi Saleh Herutjakra, bersama dengan Kepala Eksekutif Malaysian Re Zainudin Ishak, serta President dan Sekretaris Jenderal Dewan Asuransi Asean Evelina F. Pietruschka, dan Kepala Eksekutif Lembaga Pelatihan dan Penelitian Asuransi (AITRI) Asean Shalini Pavithran.

Kepala Eksekusit Malaysian Re Zainudin Ishak menjelaskan bahwa laporan ini merupakan hasil wawancara terstruktur dan mendalam dengan eksekutif senior 43 perusahaan asuransi dan reasuransi nasional, regional dan internasional. Selain itu, broker dan asososiasi perdagangan terkait industri asuransi di kawasan Asia Tenggara ikut diwawancarai pula. 

"Tahun ini edisi publikasi penelitian kami berbasis survei berfokus pada kondisi asuransi dalam era digitalisasi. Survei ini juga menganalisis dampak digitalisasi terhadap pasar asuransi non-jiwa senilai US$ 31 miliar dan prospek pertumbuhan dan profitabilitasnya," kata Zainudin dikutip dari siaran pers, Rabu (2/10/2019).

Menurutnya,  meskipun digitalisasi dapat meningkatkan pendapatan dan memangkas biaya operasional maka pelaku industri perlu meningkatkan sistem.

Namun, perusahaan juga perlu untuk meningkatkan kemampuan mengakses data agar dapat bertransisi menjadi perusahaan teknologi yang akan menunjag bisnis dalam jangka panjang.

Saat ini konsumen sangat dipengaruhi teknologi digital dengan cara bertransaksi langsung serta akses terhadap informasi. Hal tersebut memberi peluang bagi pelaku asuransi untuk menjangkau konsumen lebih cepat dibandingkan pola distribusi seperti saat ini. 

Zainudin menjelaskan bahwa tahun ini, survei Asean Insurance Pulse membahas tentang tren digital ini.

Dia mengatakan hasil survei ini diharapkan mampu merangsang dialog produktif di antara para eksekutif kunci dan pemangku kepentingan tentang caranya mempromosikan digitalisasi di seluruh Asean pasar asuransi.

Sementara itu terkait hasil survei, pihaknya menegaskan bahwa Malaysian Re berkomitmen dalam mendukung integrasi industri asuransi di kawasan Asia Tenggara.

Dia mengharapkan hasil survei tersebut dapat menjadi patokan bagi komunitas asuransi untuk mengambil keputusan strategis dan operasional.

“Kami yakin publikasi riset ini akan membawa manfaat besar bagi industri asuransi di wilayah kami,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi, bali

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top