Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma saat memberikan bantuan untuk pembangunan Pura Luhur Giri Arjuno, Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap tempat suci. - Bisnis/Sultan Anshori
Premium

BPD Bali Serahkan Dana Pembangunan Pura di Kota Batu

30 September 2019 | 16:28 WIB
BPD Bali menyerahkan dana senilai Rp20 juta untuk bantuan pembangunan Pura Luhur Giri Arjuno, Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap tempat suci.

Bisnis.com, DENPASAR—BPD Bali menyerahkan dana senilai Rp20 juta untuk bantuan pembangunan Pura Luhur Giri Arjuno, Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap tempat suci.

Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma mengharapkan bantuan dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembuatan sarana lain maupun tempat istirahat di pura yang berlokasi di lereng Gunung Arjuno tersebut.

Pura yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl tersebut saat ini banyak dikunjungi oleh umat Hindu dari sekitar Malang hingga Bali serta sejumlah umat beragama lain.

“Ini merupakan bentuk penjabaran konsep Tri Hita Karana dan kepedulian sosial BPD Bali terhadap tempat suci. Kami melihat bahwa pura luhur ini sudah banyak dikunjungi pemedek [umat bersembahyang],” tuturnya pekan lalu.

Adapun penyerahan dana punia tersebut disaksikan seluruh jajaran direksi dan komisaris bank milik pemkab dan pemprov seluruh Bali tersebut. Pura Luhur Giri Arjuno dibangun ulang pada 1997 di lahan seluas 2 Ha dengan mengadopsi konsep arsitektur Jawa.

Keberadaan pura ini merupakan pengembangan dari pundek yang dipercaya situs sejarah peninggalan dari Mpu Sendok. Saat ini, pengempon pura yang dikelilingi lahan perkebunan buah apel tersebut diempon oleh sebanyak 95 kepala keluarga.

Pemangku Pura Luhur Giri Arjuno, Cokorda Ngurah Putra mengatakan dana bantuan dari BPD Bali akan digunakan untuk membangun pemasangan tembok di parkiran sebelah pura demi kenyamanan pemedek yang datang ke pura.

“Terima kasih sekali untuk bantuannya. Ini nanti akan dimanfaatkan untuk pembangunan supaya pemedak yang sembahyang disini lebih nyam,” tutur pria dari Puri Klungkung ini.

Sementara itu, Pemangku Pura Luhur Giri Arjuno, Romo Kiten, menjelaskan arsitektur pura ini sebelumnya sempat menagdopsi gaya khas Bali. Namun, dalam perkembangannya setelah dikonsultasikan ternyata ada yang tidak berkenan dan kembali dibangun dengan motif khas Jawa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpd bali
Penulis : Sultan Anshori - Bisnis.com
Editor : Akhirul Anwar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top