BNI Bali Salurkan KUR Rp1,8 Triliun

BNI kantor regional Denpasar selama periode Januari hingga Agustus 2019 berhasil menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp1,8 triliun kepada masyarakat di tiga wilayah yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat dan NTT.
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 20 September 2019  |  11:15 WIB
BNI Bali Salurkan KUR Rp1,8 Triliun
Kepala BNI kantor regional Denpasar I Made Sukajaya(kiri) saat mengunjungi kantor Bisnis Indonesia perwakilan Bali di Denpasar, Kamis, (19/9/2019). - Bisnis/Sultan Anshori

Bisnis.com, DENPASAR — BNI kantor regional Denpasar selama periode Januari hingga Agustus 2019 berhasil menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp1,8 triliun kepada masyarakat di tiga wilayah yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat dan NTT.

Kepala BNI kantor regional Denpasar I Made Sukajaya mengatakan, dari total KUR yang sudah didistribusikan, didominasi oleh beberapa segmen seperti perdagangan dan industri. Dia menegaskan, 50 persen diantaranya disumbang oleh segmen produksi dibidang pertanian dan peternakan.

Dengan pola realisasi penyaluran KUR seperti, dirinya optimis realisasi hingga akhir tahun bisa terus meningkat.

"Untuk target penyaluran KUR tahun ini sudah kami achieved Agustus lalu," ujarnya saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia perwakilan Bali Kamis, (19/9/2019).

Dia menyampaikan bahwa BNI memiliki beberapa program kredit unggulan untuk disalurkan kepada masyarakat, seperti BNI Wirausaha (BWU) dengan multi pembiayaan hingga Rp1 miliar program kredit komersial dengan pembiayaan hingga Rp15 miliar.

Selain itu pihaknya juga memiliki program CSR Pariwisata BNI dengan dana kemitraan dan bina lingkungan (PKBL). Program ini sudah dilakukan terhadap kelompok binaan wisata di Bali, Lombok hingga NTT.

"Saat ini kami fokus melakukan pembinaan kepada UKM produktif dan mendorong mereka untuk bisa naik kelas menjadi BWU," jelasnya.

Dirinya menuturkan bahwa dalam merealisasikan penyaluran KUR kepada masyarakat memang ada kendala tapi signifikan terutama pada UKM yang belum bankable. Misalnya secara pembukuan belum rapi karena tidak ada pembeda dari pendapatan dan uang pribadi.

"Oleh sebab itu, ini tugas kami dari BNI untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjadi binaan yang profesional dan produktif," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga menyinggung terkait pertumbuhan ekonomi Bali yang dirasa ada perlambatan. Namun, dari sisi bisnis pembiayaan secara umum Bali masih dinilai tumbuh positif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, bni

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top