Ides Cafe Solusi Indonesia Majukan Masyarakat di Era Digital

Pembangunan akses internet yang baik hingga ke pelosok desa merupakan salah satu kunci Indonesia bisa menjadi negara maju.
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 10 September 2019  |  17:07 WIB
Ides Cafe Solusi Indonesia Majukan Masyarakat di Era Digital
Menteri BUMN Rini Soemarno saat peresmian desa digital di Desa Sidayu Tojan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali Selasa, (10/9 - 2019).

Bisnis.com, KLUNGKUNG — Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pembangunan akses internet yang baik hingga ke pelosok desa merupakan salah satu kunci Indonesia bisa menjadi negara maju.

Oleh karenanya, pemerintah menyambut baik langkah ICON+ membangun iDes Cafe untuk memberikan akses internet secara masif sampai ke desa-desa.

Ides Cafe sendiri merupakan program internet rakyat sebagai bentuk sharing economy model untuk meningkatkan bandwidth per kapita yang diinisiasi oleh ICON+ yang merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) dengan memanfaatkan jaringan PLN sebagai akses sambungannya ke desa-desa yang ada di seluruh Indonesia.

Rini menyampaikan, Ides Cafe ini nantinya diharapkan dapat memanfaatkan dengan baik oleh masyarakat maupun aparatur desa, karena koneksi internet diberikan secara gratis. Langkah itu sesuai dengan slogan resmi Ides Cafe, yakni Connecting To Unconnected People yang merupakan bentuk dukungan PLN melalui ICON+ sebagai bagian dari BUMN untuk mengembangkan Desa Berlistrik dan Berinternet.

"Ini cara untuk membalik perkembangan ekonomi digital, bukan dari kota masuk desa, tetapi dari desa masuk kota," ujarnya saat meresmikan pengoperasian Internet Desa, Ides Cafe di Desa Sidayu Tojan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali Selasa, (10/9/2019).

Rini juga menjelaskan, keberadaan Ides Cafe ini adalah wujud nyata BUMN Hadir untuk Negeri. Terlebih saat ini kebutuhan masyarakat akan informasi menjadi hal utama untuk lebih melek teknologi dan informasi.

Dia menyampaikan, melalui pengembangan desa digital ini diharapkan masyarakat desa dan komoditas lokal, terutama di desa-desa yang belum mendapatkan akses internet akan semakin memiliki daya saing dalam menghadapi persaingan global, serta mampu mewujudkan konsep Nawacita di bidang ekonomi yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia menuturkan, karena ini merupakan sharing ekonomi model yang harus tetap kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat. Oleh sebab itu, Rini mengatakan, nantinya di dalam pengelolaan dan pengoperasiannya Ides Cafe akan melibatkan secara langsung para komunitas masyarakat ekonomi seperti petani, nelayan, perajin, pedagang, BUMDES, dan pelaku UMKM lainnya yang akan diarahkan langsung Oleh Kementerian BUMN.

Dia menyebut, hingga saat ini sudah ada setidaknya 3.170 titik Ides Cafe yang dibangun oleh ICON+. Rini menargetkan, tahun depan pembangunan iDes Cafe ini sudah mencapai 15.000 titik yang tersebar di seluruh pelosok desa Nusantara.

Dalam kesempatan itu Rini juga melakukan teleconference dengan beberapa desa di Indonesia yang sudah terlebih dahulu menjadi desa digital dengan menggunakan fasilitas ICON+ dengan sejumlah warga di Desa Lenggang Belitung Timur, Desa Kuala Langsa Kota Langsa, Desa budaya Pampang Samarinda, desa Mandalamekar Tasikmalaya, Desa Ketapang Banyuwangi, dan Desa Dieng Wetan Wonosobo

Sementara itu, Direktur Utama ICON+ Hikmat Dradjat mengatakan, ada beberapa tujuan utama dari keberadaan ICON+ dalam penyediaan internet di desa ini.

Hikmat menyebut, di antaranya pertama yaitu sebagai peningkatan pendidikan masyarakat melalui kemudahan akses informasi dan distance learning, kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan menciptakan komunitas digital di pedesaan.

"Dan terakhir sebagai solusi desa digital yang mensinergikan pelayanan pemerintah desa dengan masyarakat melalui teknologi informasi dan komunikasi," ujarnya.

Untuk target 15.000 titik Ides Cafe pihaknya optimis program tersebut akan berjalan dengan baik. Khusus untuk akses internet di Bali akan dipasang secara bertahap di 1460 desa adat, dan 600 desa dinas, namun dirinya menargetkan akan rampung pada awal tahun depan.

Sekda Klungkung Gede Putu Winastra menjelaskan, penyediaan jaringan internet di Klungkung terutama di Pulau Nusa Penida sangat dibutuhkan untuk menunjang industri pariwisata.

Winastra menyebut, saat ini beberapa lokasi di pulau Nusa Penida masih desa yang kondisinya masih blank spot.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top