Pulau Komodo akan Ditutup 2020

Rencana penutupan Pulau Komodo 2020 mendatang telah disepakati oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtil Laiskodan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  15:21 WIB
Pulau Komodo akan Ditutup 2020
Taman Nasional Komodo. - www.australiangeographic.com.au

Bisnis.com, KUPANG – Rencana penutupan Pulau Komodo 2020 mendatang telah disepakati oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtil Laiskodan.

Kebijakan itu dilakukan pemerintah NTT untuk melindungi habitat bagi 1.1226 binatang purba raksasa Varanus Komodoensis yang dikabarkan oleh organisasi internasional Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCNNR) semakin menyusut tiap tahunnya.

“Tujuan mulia pemerintah adalah berusaha untuk menyelamatkan komodo agar tidak punah. Kita akan melepasliarkan hewan yang menjadi makanan utama komodo, seperti rusa, babi hutan, dan kambing di pulau itu,” ujar Nae Soi, Wakil Gubernur NTT, seperti yang dilansir dari Antara, Kamis (8/8/2019).

Kepala Biro Humas Setda NTT, Mariius Ardu Jelamu mengatakan bahwa orang nomor satu di Indonesia juga sudah menyetujui usulan penutupan Pulau Komodo untuk kepentingan konservasi.

“Pak Presiden Jokowi sudah menyetujui usul penutupan Pulau Komodo itu, setelah pak Gubernur Viktor Laiskodat berbicara langsung dengan kepala negara saat melakukan kampanye Pilpres 2019 di Kupang, Senin (8/4/2019) lalu,” ujar Mariius.

Rencana tersebut lantas menimbulkan pro dan kontra, mengingat masih adanya pemukiman warga asli Pulau Komodo. Pemerintah belum memutuskan bagaimana nasib penduduk pulau itu kedepannya, namun kemungkinan mereka akan dipindahkan.

Gubernur NTT menambahkan sebenarnya yang menarik minat wisatawan Taman Nasional Komodo (TNK) bukan hanya kehadiran komodo di sana, melainkan pemandangan alam sabana dan bawah lautnya. Sehingga Gubernur NTT menegaskan bahwa penutupan itu hanya dilakukan untuk Pulau Komodo saja, wisatawan masih bisa mengunjungi pulau-pulau sekitarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ntt

Sumber : JIBI & Antara
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top