Gempa Kuta dan Nusa Dua Senin 29 Juli, Begini Kata BPBD

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali menyatakan gempa bermagnitudo 4,7 yang mengguncang Kuta dan Nusa Dua, Kabupaten Badung pada Senin, pukul 04.30 Wita.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  10:29 WIB
Gempa Kuta dan Nusa Dua Senin 29 Juli, Begini Kata BPBD
Warga keluar rumah saat terjadi gempa di Kelurahan Ampenan Tengah, Mataram, NTB, Selasa (16/7/2019). Berdasarkan data BMKG gempa berkekuatan 6 SR terjadi pukul 07:18:36 WIB dengan lokasi di 9.11 LS,114.54 BT (83 km Barat Daya Nusa Dua - Bali ) pada kedalaman gempa 68 km. - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, BADUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali menyatakan gempa bermagnitudo 4,7 yang mengguncang Kuta dan Nusa Dua, Kabupaten Badung pada Senin, pukul 04.30 Wita, tidak menimbulkan kerusakan di sembilan kabupaten dan kota di "Pulau Dewata" itu.

"Berdasarkan hasil koordinasi via radio dengan BPBD kabupaten/kota se-Bali, gempa memang dirasakan di sembilan kabupaten/kota, tetapi dari laporan yang kami terima nihil kerusakan," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin di Denpasar, Senin (29/7/2019).

Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut, episenternya terletak pada koordinat 9,22 LS dan 114,52 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 91 kilometer barat daya Nusa Dua dengan kedalaman 46 kilometer. Gempa bumi, terutama dirasakan oleh masyarakat di wilayah Kuta dan Nusa Dua.

"Meskipun secara keseluruhan gempa ini tidak sampai menimbulkan kerusakan, tetapi kami imbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan," ucap dia.

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar M. Taufik Gunawan mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi itu merupakan jenis dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Ia menambahkan dampak gempa bumi, berdasarkan laporan masyarakat yang berupa guncangan itu, dirasakan di wilayah Kuta II-III MMI dan Nusa Dua, Ungasan, Lombok Tengah II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hasil pemodelan, ujar dia, menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

"Masyarakat kami imbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ucap dia.

Dia juga mengajak masyarakat untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal apakah cukup tahan gempa ataupun memastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa bumi yang bisa membahayakan kestabilan bangunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa

Sumber : Antara
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top