Dispar Bali Bentuk Satgas Atasi Guide Asing Ilegal

Dengan adanya guide asing asal Rusia yang ditemukan beraktivitas di Bali secara ilegal, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, membentuk Satgas yang terdiri dari tim gabungan Imigrasi, Satpoll PP, Badan Kesbangpol, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan tim gabungan lainnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Juli 2019  |  14:39 WIB
Dispar Bali Bentuk Satgas Atasi Guide Asing Ilegal
Wisatawan memadati Pantai Kuta jelang Hari Raya Nyepi di Badung, Bali, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, DENPASAR - Dengan adanya guide asing asal Rusia yang ditemukan beraktivitas di Bali secara ilegal, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, membentuk Satgas yang terdiri dari tim gabungan Imigrasi, Satpoll PP, Badan Kesbangpol, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan tim gabungan lainnya.

"Dari guide asing itu, ya solusinya akan dibuatkan Satgas gabungan dari imigrasi, Satpol PP, Badan Kesbangpol, HPI dan divisi khusus Rusia, tim juga akan melakukan intelijen terhadap aktivitas mereka, supaya ada efek jera buat yang melakukan ilegal tersebut," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, saat dikonfirmasi via whatsapp di Denpasar, Minggu (14/7/2019).

Putu Astawa mengatakan bahwa akan melakukan tindakan intelijen, untuk dapat membedakan yang mana sebagai turis atau guide. Beberapa waktu lalu sekitar 15 orang WNA asal Rusia sebagai guide ilegal diamankan.

Pihaknya juga turut melakukan kerja sama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia, agar dapat lebih mudah mengetahui dan mengawasi kumpulan dari guide di Bali.

"Kemarin ada 15 orang yang diamankan, cuma untuk selanjutnya harus diawasi lagi, karena kan belum tau ciri-cirinya seperti apa, bukti - bukti juga harus jelas supaya tidak ada salah tangkap," jelasnya.

Pihaknya juga menjelaskan terkait dengan keberadaan dari guide - guide asing asal Rusia ini, disinyalir segmen pasar dari warga Rusia dengan jangkauan yang besar.

"Jadi kenapa mereka (guide asing ilegal) melakukan itu karena disinyalir segmen pasar warga Rusia kan memang besar, disamping juga mereka ada yang diusir dari Thailand sehingga memilih pergi ke Bali," ujar Putu Astawa.

Menurutnya, faktor lain yang juga mempengaruhi adanya tour guide ilegal di Bali karena guide lokal yang bisa berbahasa Rusia masih minim, sehingga ada peluang tour guide ilegal beroperasi di Bali.

"Dulu dia (guide asing ilegal) masuknya kan melalui travel - travel, seolah - olah travel yang memasukkan, nah kalau sekarang perginya sendiri-sendiri, biasanya selaku turis, lalu mereka mendekati tamu asal Rusia lainnya, mulai dengan menawarkan paket- paket tur dengan harga yang murah," katanya.

Putu Astawa menjelaskan, dengan operasi ilegal dari warga asing ini, kemudian akan berdampak tidak baik bagi dengan keberadaan Pariwisata di Bali. Selain itu, guide asing ilegal ini juga tidak mampu dalam menjelaskan pariwisata Bali yang berbasiskan dengan Seni dan Budaya Bali.

"Tentu, hal ini juga berdampak buruk terhadap citra Bali dan pariwisata Budayanya, apalagi mereka (guide asing ilegal) juga mengambil lahan- lahan dari warga lokal kita disini, selain itu tidak punya lisensi dan juga tidak ikut membayar pajak, jadi itu yang kita dikhawatirkan," ungkapnya.

Untuk selanjutnya, pihak Dinas Pariwisata Bali akan bersinergi dengan beberapa instansi terkait hingga membentuk Satgas, dan rencananya akan  diusulkan kepada Gubernur Bali agar bisa dibiayai, dengan harapan keberadaan Satgas ini dapat mengurangi operasi dari guide asing di Bali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Sumber : Antara
Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top