Menteri Agama Serukan Rawat Keberagaman di Hari Pentakosta

Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat Kristiani dan masyarakat di Sulut untuk terus merawat keberagaman dan kehidupan harmonis.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 11 Juni 2019  |  20:53 WIB
Menteri Agama Serukan Rawat Keberagaman di Hari Pentakosta
Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin dalam Perayaan hari Pentakosta Nasional Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), di Manado, Selasa (11/6 - 2019).

Bisnis.com, MANADO — Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat Kristiani dan masyarakat di Sulut untuk terus merawat keberagaman dan kehidupan harmonis demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Syukur saya bisa hadir dalam kegiatan ini, secara langsung ingin manyampaikan terima kasih sebesarnya kepada PGPI yang telah meningkatkan kualitas agama dan iman umat Kristen di Indonesia," katanya dalam Perayaan hari Pentakosta Nasional Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), di Manado, Selasa (11/6/2019).

Dia mengharapkan PGPI terus membantu pemerintah dalam mengaktulisasikan nilai agama, meningkatkan harkat dan martabat manusia. Dia juga mengajak umat Kristiani untuk terus bersyukur dalam momentum merayakan hari Pentakosta.

"Nilai keagamaan, kemanusiaan dan kebangsaan yang dibangun oleh anggota PGPI sesuai untuk merespons suasana global. Penting merawat keberagaman, mari terus jaga bersama, PGPI berada di garda terdepan untuk menjaga NKRI, saling membimbing menuju jalan kedamaian," ujarnya.

Dia juga mengajak PGPI dan seluruh umat beragama yang ada di Sulawesi Utara untuk menebar pesan damai dan toleransi. Menurutnya, masyarakat saat ini perlu menjaga hubungan baik tidak hanya dalam kehidupan nyata, tetapi juga di dunia maya.

"Semua Umat harus saling mencintai bukan membenci, teruslah tebarkan kasih yang menjunjung tinggi harkat dan martabat. Gunakan media sosial dengan bijak, menggunakan akhlak," tuturnya.

Kementerian Agama, lanjutnya, akan terus mensosialisasikan moderasi beragama untuk meningkatkan pemahaman bahwa agama tidaklah moderat atau tidak ekstrem.
Menurutnya, manusia harus memahami agama dengan benar dan tidak mudah terjerumus pada fanatisme berlebihan.

"Waspadai esktrimitas, pahami dan amalkan nilai agama, jaga dengan baik dalam jalur moderat, tidak ke kiri dan ke kanan. Sehebat apapun ilmu kita dibidang apapun, tapi tidak dibekali pemahaman agama yang moderat serta terlalu ekstrim akan menjadi kontraduktif dalam kehidupan masyarakat," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manado, menag

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top