Tenang, Sampai Lebaran, Stok Pangan Jateng Dipastikan Aman

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Agus Wariyanto mengatakan, ketahanan pangan Jawa Tengah cukup mantap karena didukung dari ketersediaan pangan, distribusi pangan, dan keamanan pangan.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 28 Mei 2019  |  12:20 WIB
Tenang, Sampai Lebaran, Stok Pangan Jateng Dipastikan Aman
Beras Bulog. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, SEMARANG – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah memastikan stok bahan pangan di Jawa Tengah aman hingga Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Kendati demikian, pengawasan akan terus ditingkatkan agar tidak terjadi lonjakan harga yang tinggi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Agus Wariyanto mengatakan, ketahanan pangan Jawa Tengah cukup mantap karena didukung dari ketersediaan pangan, distribusi pangan, dan keamanan pangan.

Disebutnya, sebagai pilar penyangga pangan nasional, Jawa Tengah memproduksi minimal 16% beras. Sedangkan di bidang peternakan, per tahun provinsi ini menghasilkan 1,7 juta ekor sapi potong, 70.000 ekor di antaranya didistribusikan untuk pasar di Jabodetabek.

“Selain itu, Kabupaten Kendal yang menjadi pusat telur di Jawa Tengah mampu memroduksi hampir 25%, sehingga ketahanan pangan di Jateng aman,” katanya, Selasa (28/5/2019).

Dia menambahkan, sayur mayur dan buah-buahan di provinsi ini juga surplus. Hanya komoditas bawang putih dan kedelai yang memang masih harus ditingkatkan. Namun secara umum terhitung aman menjelang lebaran mendatang.

Disinggung mengenai stabilitas harga, Agus tidak menampik jika menjelang Lebaran cenderung terjadi peningkatan secara psikologis antara 5 - 10%. Namun kenaikan itu dianggap wajar, dan harga diprediksi relatif stabil hingga kurun waktu satu minggu setelah lebaran.

Kendati begitu, untuk mencegah lonjakan harga, pihaknya memiliki upaya untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus mengendalikan inflasi. Salah satunya, dengan program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) pada komoditas beras.

“Kami juga mempunyai hampir 800 toko tani. Sehingga pada saat pengembangan itu masyarakat bisa mengakses pangan dengan beras segar. Berasnya juga cukup lumayan itu, sekarang harganya sekitar Rp8.800 per kilogram, sementara harga di luar sudah Rp9.000 per kilogram,” jelasnya.

Menurut Agus, ketahanan pangan tidak hanya masalah ketersediaan bahan pangan yang tercukupi, melainkan juga aspek-aspek ketahanan pangan lainnya, seperti keamanan pangan. Antara lain, menyangkut residu pestisida, pengelolaan bahan tambahan makanan dengan baik agar tak menimbulkan ancaman bagi kesehatan.

“Sehingga aspek ketahanan pangan itu ada kaitannya juga dengan kesehatan, ketahanan pangan kaitannya dengan lingkungan, kemudian ketahanan pangan ini juga diharapkan juga untuk meningkatkan pendapatan petani,” katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jateng, lebaran

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top