Pebisnis Daring Kelimpungan Pembatasan Medsos

Ini pekan terakhir kami bisa jual barang ke reseller karena jasa pengiriman atau ekspedisi sudah overload.
Farida Trisnaningtyas
Farida Trisnaningtyas - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  07:56 WIB
Pebisnis Daring Kelimpungan Pembatasan Medsos
Warga beraktivitas di kawasan Pasar Tanah Abang yang masih tutup,di Jakarta, Kamis (23/5/2019). Menurut petugas keamanan setempat, Pasar Tanah Abang akan kembali dibuka setelah situasi keamanan kondusif pascakerusuhan 22 Mei di depan kantor Bawaslu dan Jalan MH Thamrin. - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, SOLO – Sejumlah supplier dan pemilik online shop di Kota Solo turut terkena imbas dari adanya pembatasan akses media sosial oleh Pemerintah sebagai buntut unjuk rasa di beberapa titik di Ibu Kota Jakarta, Rabu (22/5).

Salah satu supplier di Beteng Trade Center (BTC) Solo, Ades, mengaku orderan dari reseller turun drastis hingga 50% lantaran adanya gangguan akses Medsos terutama via WhatsApp. Selama hampir seharian kesulitan berkomunikasi dengan pelanggan. Ia tak bisa mengirimkan model baju baru kepada para reseller atau pun menerima pesanan.

“Saya sadar akses Medsos dibatasi itu pada Rabu siang. Saya kirim gambar produk gagal terus. Padahal bisnis online perlu kirim gambar produk dari dan ke reseller. Reseller juga kena dampak, mereka sepi pesanan karena Medsos down. Mereka kirim gambar produk yang diminta tidak bisa,” katanya, saat ditemui Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Kamis (23/5/2019).

Tak hanya karena Medsos yang berdampak terhadap jumlah pesanan, setok produk pun juga terkendala. Hal ini lantaran sebagian besar barang dagangannya dipasok dari Tanah Abang. Tidak beroperasinya Tanah Abang sebagai buntut demonstrasi membuat pengiriman barang praktis mandeg. Alhasil, ia tak bisa kulakan.

Menurutnya, pedagang di Tanah Abang Jakarta tempatnya mengambil barang masih tutup hingga 27 Mei. Mereka mengaku takut apabila toko dibuka justru terkena imbas massa yang berdemo yang berakibat rusuh seperti pada Rabu. Dalam hal ini sekali pun pihaknya bisa membeli barang dan transfer uang kepada pedagang di Tanah Abang, barang belum tentu bisa dikirim lantaran ekspedisi juga tak bisa mengambil pesanan.

Ades menambahkan biasa kulakan sekitar 1 karung baju (1 koli) dengan bobot sekitar 50 kg atau senilai rata-rata Rp15 jutaan dari 1 toko. Jika ramai order, 1 koli baju ini bisa ludes dalam sehari.

Menurutnya, jelang Lebaran seperti ini reseller yang hilir mudik ke kiosnya bisa mencapai ratusan. Namun demikian, Medsos yang bermasalah membuat hanya separuh reseller yang menyambanginya.

Di sisi lain, produk jualannya di kios berlaber Bunder ini adalah baju atasan, gamis, bawahan, celana, blus, dan tunik. Harga reseller untui gamis antara Rp100.000 - Rp115.000. Sedangkan baju atasan sekitar Rp70.000 - Rp90.000.

“Padahal ini pekan terakhir kami bisa jual barang ke reseller karena jasa pengiriman atau ekspedisi sudah overload. Makanya, mereka harus mengirim pesanan ke konsumen pekan ini. Setelah itu, kami melayanai pembeli ecer yang biasanya ramai mulai H-6 hingga H-1,” imbuhnya.

Supplier lain Galery Chory, Pandi Pujianto, juga mengeluhkan sempat turunnya pesanan dari reseller karena terkendala pembatasan akses WhatsApp. Ia pun tak bisa berkomunikasi dengan pelanggan yang kerap memesan barang dari produk yang diunggahnya. Alhasil, pesanannya juga turun hingga 50%.

“Biasanya pukul 15.00 masih ramai, tapi pada Rabu toko agak sepi karena reseller pulang lantaran sulit memperoleh konfirmasi dari customer mereka. Alhamdulillah, sekarang lebih lancar karena pakai metode lain dengan VPN untuk memperlancar komunikasi,” katanya.

Sementara itu, reseller asal Solo, Ayu, juga terpaksa menghentikan jualan online nya selama sehari. Pemilik bisnis olshop baju muslim ini tak bisa melakukan apa-apa karena WA mengalami gangguan. Bahkan, di salah satu market place yang digunakannya juga ikut tak bersahabat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Medsos

Sumber : JIBI/Solopos
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top