Bangun Jalan, NTT Berniat Pinjam Uang Rp3 Triliun dari China

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan akan memperoleh dana pinjaman sebesar Rp3 triliun dari China untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan ruas provinsi yang rusak di daerah setempat.
Newswire | 11 Mei 2019 12:58 WIB
Gubernur NTT Viktor B Laiskodat (tengah), Direktur Logistics Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo (kanan) dan Anggota Komisi VII DPR Ferry Kase melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan terminal LPG di Terminal BBM Tenau Kupang, NTT Senin, (1/4/2019). - ANTARA/Kornelis Kaha

Bisnis.com, KUPANG - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan akan memperoleh dana pinjaman sebesar Rp3 triliun dari China untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan ruas provinsi yang rusak di daerah setempat.

"Rencana pinjaman untuk infrastruktur jalan provinsi senilai Rp3 triliun, namun besaran pinjaman ini masih didiskusikan secara teknis," kata Kepala Biro Humas Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu,  di Kupang, Sabtu (11/5/2019).

Marius mengatakan hal itu terkait rencana kerja sama Pemerintah Provinsi NTT dengan pihak investor dari China untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan provinsi di daerah itu.

Menurut Marius, rencana pinjaman tersebut masih berproses berkaitan dengan besaran pinjaman maupun pola cicilan yang akan dilakukan.

"Ini baru pertemuan awal, masih ada pertemuan-pertemuan lanjutan untuk membahas lebih teknis, jadi sebenarnya masih berproses," katanya menambahkan, namun rencana skema pembiayaan dilakukan melalui pinjaman dan akan dicicil setiap tahun.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT itu mengatakan, skema pinjaman ini merupakan inovasi baru pemerintah setempat untuk menyelesaikan persoalan ruas jalan provinsi yang kondisinya masih rusak parah hingga ratusan kilometer.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan pembiayaan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) provinsi maka tidak efektif dan membutuhkan waktu yang relatif lama.

"Karena kalau kita bangun sekitar 2 kilometer setiap tahun di setiap kabupaten/kota maka kita butuh ratusan tahun untuk menyelesaikannya, tapi dengan pola kerja sama ini tinggal dicicil dengan dukungan PAD kita" ujar Marius.

Marius menambahkan, pemerintah provinsi menargetkan pembangunan ruas jalan provinsi akan tuntas pada tahun 2021 dan peluncurannya sudah dimulai beberapa waktu lalu.

"Pembangunannya sudah dimulai dengan APBD provinsi, beberapa waktu lalu Bapak Wakil Gubernur (Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, red) sudah meluncurkan pembangunan jalan provinsi di Manggarai Timur, selanjutnya akan dilakukan di Lelogama, Kabupaten Kupang," katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, china, ntt

Sumber : Antara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup