Kekeringan di NTT Hambat Penyerapan Beras Petani Lokal

Waktu itu pernah terserap 3.000 ton dan dimanfaatkan untuk penyaluran Bansos Rastra di Kabupaten Kupang, tapi saat ini kurang karena kekeringan.
Newswire | 10 Mei 2019 09:53 WIB
Ilustrasi. - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, KUPANG – Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga saat ini telah menyerap sebanyak 510 ton beras dari petani lokal di provinsi setempat dari Januari 2019.

"Untuk tahun 2019 hingga saat ini kami baru menyerap beras lokal sebesar 510 ton dari berbagai kabupaten di NTT," kata Kepala Bulog Divre Provinsi NTT, Eko Pranoto, di Kupang, Jumat (10/5/2019).

Penyerapan beras lokal masih sedikit karena ada daerah potensial yang mengalami kekeringan seperti di Kabupaten Rote Ndao.

"Di Rote sebenarnya cukup banyak juga, waktu itu pernah terserap 3.000 ton dan dimanfaatkan untuk penyaluran Bansos Rastra di Kabupaten Kupang, tapi saat ini kurang karena kekeringan," katanya.

Ia juga melakukan penyerapan beras lokal dari sejumlah kabupaten seperti Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Ende, Sikka, Sumba Timur, Sumba Barat, dan Kupang.

Menurut Eko, meskipun penyerapan dari petani lokal masih rendah, namun cadangan beras pemerintah yang dimiliki masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat hingga empat bulan ke depan.

Saat ini Bulog NTT memiliki cadangan beras sebanyak 34 ribu ton yang akan dijual untuk masyarakat melalui kegiatan operasi pasar selama Bulan Ramadhan.

Ia menjelaskan cadangan beras ini dijual dengan harga Rp9.000 per kilogram (kg) untuk beras medium, sedangkan beras premium Rp10.600 per kg.

"Jadi stok beras kita masih aman dan kami juga terus memantau musim panen petani lokal untuk diserap sebagai cadangan," katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bulog, ntt

Sumber : Antara
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup