Pemkot Malang Segera Gelar Operasi Pasar Bahan Makanan

Harga bawang putih turun tajam, sampai Rp20.000 bila dibandingkan pekan lalu.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  15:47 WIB
Pemkot Malang Segera Gelar Operasi Pasar Bahan Makanan
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) bersama Wakil Kepala Bulog Malang Eko Yudhi Miranto (kiri) saat memantau gudang Bulog di Jl Kol. Sugiyono, Kota Malang, Rabu (8/5/2019). - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG — Pemkot Malang segera menggelar operasi pasar (OP) untuk menjaga stabilitas harga bahan-bahan makanan pada Ramadan-Lebaran.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan dari pemantauan di lapangan beberapa harga bahan makanan relatif stabil, namun sebagian kecil ada yang naik. Bahan makanan yang naik, seperti daging ayam, gula, dan tomat.

“Yang menggembirakan, harga bawang putih turun tajam, sampai Rp20.000 bila dibandingkan pekan lalu,” katanya di Malang, Rabu (8/5/2019).

Kepala Dinas Pasar Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan harga bawang putih di Malang sempat menyentuh Rp70.000/kg, namun saat ini sudah turun menjadi Rp40.000/kg di Pasar Klojen dan Rp38.000/kg di Pasar Bunulrejo yang rerata penurunannya mencapaui Rp20.000/kg.

Informasi dari pedagang, kata Sutiaji, impor bawang putih sudah sampai di Kota Malang sehingga otomatis menurunkan harga komoditas tersebut. Hari ini, ada 8 ton bawang putih sudah sampai di Malang.

Harga beras premium di Pasar Klojen mencapai Rp12.000/kg dan Rp11.000/kg di Pasar Bunulrejo yang berarti stabil bila dibandingkan harga pecan lalu. Gula mencapai Rp12.500/kg naik Rp2.000/kg, minyak curah Rp10.500/kg turun Rp1.500/kg, telur Rp23.000/kg di Pasar Klojen dan Rp22.000/kg di Pasar Bunulrejo yang berarti stabil.

Bawang merah mencapai Rp30.000/kg di Pasar Klojen dan Rp25.000/kg di Pasar Bunulrejo (stabil), cabai keriting Rp30.000 (stabil), cabai besar Rp35.000/kg di Pasar Klojen dan Pasar Bunulrejo Rp37.000/kg di Pasar Bunulrejo naik Rp5.000/kg, kedelai Rp6.600/kg di Pasar Klojen dan Rp7.000/kg di Pasar Bunulrejo (stabil), tomat Rp13.000/kg di Pasar Klojen dan Rp14.000 di Pasar Bunul naik rerata Rp5.000/kg.
“Sayuran rerata naik Rp2.000/kg,” ucap Wahyu.

Sutiaji berharap, harga bahan-bahan makanan utama dapat terus dijaga stabil memasuki Ramadan dan terutama menjelang Lebaran yang biasanya tingkat konsumsi meningkat. Karena itulah, perlu ada operasi pasa.

Operasi pasar bahan-bahan makanan bisa dilakukan dua cara, digelar bersama dengan Bank Indonesia bersamaaan dengan kegiatan penukaran uang pecahan kecil, juga bisa dilakukan oleh Bulog di kecamatan-kecamatan.

“Tapi kalau digelar di kecamatan, biasanya serapannya kecil. Karena itulah, OP yang ideal digelar bersama BI, namun waktunya masih dibicarakan,” ucapnya.

Wakil Kepala Bulog Malang Eko Yudhi Miranto mengatakan harga gula Rp 11.000 dan stok aman hingga 6 bulan ke depan, harga beras medium Rp8.250 dan stok aman hingga 12 bulan ke depan, harga minyak goreng Rp 12.000 dan stok aman hingga 6 bulan ke depan. “Harganya lebih rendah daripada harga pasar,” katanya.

Kepala Bagian Pengembangan Perekonomian Kota Malang Rinawati menegaskan sidak di distiburtor beras menunjukkan harga komoditas tersebut stabil dan stoknya banyak. Di Sari Bumi, harga beras Mentari mencapai Rp9.450 /kg. Distribusi pasokan lancer dan stok aman. Di Rejeki harga gula Rp11.350/kg dan beras Mentari Rp9.550/kg.

Terkait pasokan BBM dan LPG, Pertamina juga menjamin ketersediaan BBM dan elpiji di Kota Malang akan mencukupi kebutuhan masyarakat, stok BBM pada tahun 2019 ini diprediksi akan naik sebesar 11% yaitu 2.750 K, sedangkan untuk ketersediaan elpiji, saat ini Kota Malang memiliki stok sebanyak 23.662 tabung dengan rata-rata bertahan selama 4,6 hari.

Khusus untuk menyambut pemanfaatan tol Malang-Pandaan, selama belum ada rest area dengan layanan SPBU, maka pertamina telah menyediakan layanan Dispenser BBM guna memenuhi kebutuhan bagi para pemudik.

Karena itulah, Wali Kota Malang Sutiaji meminta agar masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan makanan tidak perlu melakukan aksi borong karena stok di gudang-gudang distributor cukup banyak.

“Tidak perlu melakukan panic buying karena stoknya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Ramadan-Lebaran,” ucapnya. (k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
operasi pasar

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top