Gianyar Jadi Kota Kerajinan Dunia, Disokong 36.890 UMKM

Predikat World Craft City yang diterima Gianyar ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 21 April 2019  |  18:32 WIB
Gianyar Jadi Kota Kerajinan Dunia, Disokong 36.890 UMKM
Petugas melepaskan kupu-kupu (Rhopalocera) di Taman Kupu-Kupu Balitopia, Gianyar, Sabtu (20/4/2019). Sedikitnya 3.000 ekor kupu-kupu dari 15 spesies yang endemik di Jawa dan Bali dilepaskan di taman seluas dua hektar tersebut sebagai sarana edukasi sekaligus tempat wisata baru di Bali. - Antara/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR – Kabupaten Gianyar yang memiliki 36.890 usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang kerajinan dinobatkan menjadi World Craft City atau Kota Kerajinan Dunia.

“Kini, Gianyar bukan hanya dikenal sebagai bumi seni, kota pusaka dunia, tetapi juga memiliki predikat baru sebagai kota kerajinan dunia, World Craft City,” kata Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Mayun dalam keterangan resmi, Minggu (21/4/2019).

Menurut Mayun identitas baru ini bakal membuka peluang dan kesempatan bagi perajin Gianyar untuk berinteraksi dengan perajin lain di berbagai penjuru dunia, baik untuk transaksi maupun alih pengetahuan dan teknologi, serta kerja sama usaha.

Mayun berharap dengan semakin terbukanya peluang tersebut, perajin Gianyar juga terpacu untuk meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing secara global.

Ia menjelaskan sertifikat Word Craft City bakal diserahkan langsung oleh Presiden World Craft Council Asia Facific Region Ghada Hiijawi Quddumi dan Ketua Umum Dekranas Ibu Mufidah Jusuf Kalla, di Bali Agung Theatre Show- Bali Safari & Marine Park, Senin (22/4/2019).

Kata dia predikat World Craft City yang diterima Gianyar ini merupakan yang pertama di Indonesia. Hal ini akan mengukuhkan identitas dan jati diri Kabupaten Gianyar yang dikenal sebagai pusat kerajinan dunia, kota yang banyak melahirkan talenta seni dan kreativitas perajin.

Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra mengatakan predikat tersebut diraih karena wilayah ini dinilai paling memenuhi kriteria dalam upaya pengembangan industri kerajinan dan mampu memberikan manfaat bagi warga setempat.

“Penilaian yang menonjol adalah peranan pemerintah daerah bersama Dekranasda dalam upaya mengembangkan dan melestarikan kerajinan, serta peran lembaga pendidikan yang memasukkan kurikulum kerajinan, khususnya di sekolah menengah,” tuturnya.

Gianyar pantas menyandang predikat kota kerajinan dunia, mengingat segala bentuk seni dan kerajian hidup dan berkembang di kabupaten ini. Apalagi, Gianyar banyak didukung seniman muda yang kreatif dan inovatif.

Kata Adnyani ada tujuh kriteria untuk dapat menjadi kota kerajinan dunia yakni authenticity (historical value), originality (cultural value), preservation (transgeneration value), marketability (economic value) ecofriendly (green value), internationality (global value) dan sustainability (consistency value) terhadap produk industri kerajinan di Gianyar.

Hingga akhir 2018, jumlah industri kerajinan di Kabupaten Gianyar sebanyak 36.890 UMKM dan mampu menampung 81.946 tenaga kerja. Pemkab Gianyar melakukan berbagai upaya pemberdayaan UMKM tersebut baik melalui pelatihan dan pembinaan. Industri kerajinan tersebut di antaranya menggunakan bahan kayu, emas, perak, bambu, dan aneka kain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gianyar

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top