PLN Sulselrabar Bangun SPLU untuk Kendaraan Listrik di Indonesia

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulselrabar menghadirkan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) untuk kendaraan listrik di Indonesia.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 02 Maret 2019  |  15:19 WIB
PLN Sulselrabar Bangun SPLU untuk Kendaraan Listrik di Indonesia
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulselrabar menghadirkan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) untuk kendaraan listrik di Indonesia, Sabtu (2/3/2019). SPLU ini diperkenalkan di sela-sela PLN-ITS Explore Sulawesi, yang melibatkan uji coba kendaraan listrik buatan para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). - Bisnis/Andini Ristyaningrum

Bisnis.com, MAKASSAR -- PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulselrabar menghadirkan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) untuk kendaraan listrik pertama di Indonesia.

SPLU yang dibangun di Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Mattoanging itu hadir dengan konsep yang berbeda. SPLU atau charging station tersebut memudahkan pengguna kendaraan listrik untuk mengisi ulang daya kendaraannya.

Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Sulselrabar Sudirman mengatakan dibangunnya SPLU terbesar ini juga merupakan hasil kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). 
 
Saat ini, PLN tengah menggelar PLN-ITS Explore Sulawesi, di mana melibatkan mahasiswa ITS yang menggunakan kendaraan listrik berkeliling Indonesia. Kendaraan listrik itu merupakan karya penelitian mahasiswa ITS.
 
"Mereka menggunakan mobil listrik yang diberi nama Kasuari, ada juga motor listrik yang mereka gunakan dalam PLN ITS Explore Sulawesi itu. Di sini kami mewadahi dengan menyediakan charging station," ungkapnya, Sabtu (2/3/2019).
 
Pada Kamis (28/2), kendaraan listrik tim ITS tiba di Kota Parepare. Seluruh kendaraan listrik yang digunakan melakukan charging (isi ulang) di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (Up3) Parepare, kemudian bertolak ke Makassar.
 
SPLU pertama dengan format "Truly Charging Station" ini diklaim sebagai terobosan baru yang dihadirkan oleh PLN Sulselrabar. PLN menyediakan lahan parkir yang bisa digunakan pengendara untuk mengisi daya kendaraannya sembari melakukan kegiatan lain. 
 
"Sebenarnya untuk charging station sudah banyak kami buat di wilayah kerja kami. Sekitar 103 unit, tapi kebanyakan peruntukannya bagi pedagang kaki lima dan di beberapa perkantoran," terang Sudirman. 
 
SPLU yang terdiri dari empat mesin pengisi daya listrik itu memiliki kapasitas suplai masing-masing sebesar 10 Kwh. Ke depan, PLN berencana membangun SPLU untuk kendaraan listrik di seluruh kantor pelayanan UIW Sulselrabar demi mendukung penggunaan kendaraan listrik. 
 
Untuk menggaungkan kampanye penggunaan kendaraan listrik, PLN UIW Sulselrabar juga menggelar acara demo masak dengan menggunakan kompor induksi dan dirangkaikan dengan touring kendaraan listrik yang diikuti satu mobil listrik beserta Electric Motorcycle Community dengan 10 motor listrik berkeliling Makassar. 
 
Ketua Tim PLN ITS Explore Indonesia Agus Mukhlisin memaparkan apabila dibandingkan mobil konvensional pada umumnya, mobil listrik karya mahasiswa ITS jauh lebih hemat dari sisi penggunaan energi. Mobil dan motor listrik yang merupakan 80% buatan anak bangsa itu juga sudah diuji coba keliling Indonesia dengan power 50 Kwh.

Menurut dia, per 1 Kwh bisa menempuh jarak 5 kilometer (km). Jika dibandingkan dengan menggunakan bensin,  maka jarak yang ditempuh adalah 10 km.
 
"Dengan mobil listrik kita bisa sampai 25 km. Sementara itu, untuk pengisian daya membutuhkan waktu 4 jam. Jadi, setiap menempuh jarak 150 km mesti dilakukan pengisian daya," terang Agus.
 
Untuk uji fungsi kendaraan listrik buatan mahasiswa ITS itu, dia menargetkan perjalanan keliling Indonesia dapat selesai dalam kurun waktu lima bulan.
 
Selain hemat energi, kendaraan listik ini juga dinilai ramah lingkungan, termasuk ketika terjebak macet. Kendaraan listrik tak menghasilkan polusi dan mampu menghemat energi, sebab dalam kendaraan berhenti secara otomatis energi dari kendaraan itu tidak terbuang sia-sia. 
 
Setelah bertolak dari Makassar, mobil listrik tersebut akan melanjutkan touring dan melakukan pengisian daya di Pangkep, Parepare, Mamuju, Rantepao, Malili, Kolaka, dan Kendari. Perjalanan tersebut kurang lebih menempuh jarak 1.415 km atau selama 10 hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, Kendaraan Listrik

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top