Sosialisasi Pemilu di Bali Lewat Pertunjukan Budaya, Target 80% Partisipasi Pemilih

Sosialisasi pemilihan umum di Bali dilakukan dengan menggunakan pendekatan budaya seperti pertunjukan bondres dan wayang cenk blonk untuk merealisasi target partisipasi 80% pemilih.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  13:15 WIB
Sosialisasi Pemilu di Bali Lewat Pertunjukan Budaya, Target 80% Partisipasi Pemilih
Ilustrasi - ANTARA/Adeng Bustomi

Bisnis.com, DENPASAR – Sosialisasi pemilihan umum di Bali dilakukan dengan menggunakan pendekatan budaya seperti pertunjukkan bondres dan wayang cenk blonk untuk merealisasi target partisipasi 80% pemilih.

 

Adapun bondres merupakan pertunjukkan lawak yang dilakoni lakon-lakon menggunakan topeng. Sementara, Wayang Cenk Blonk merupakan pertunjukkan wayang yang kerap mengambil sisi humor soal isu sosial-politik yang tengah berkembang di masyarakat.

 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Denpasar I Wayan Arsa Jaya menjelaskan setiap pemilu, partipasi pemilih di Bali cukup tinggi. Berdasarkan pantuan KPU Denpasar, pada pemilihan presiden 2014, partipasi pemilih di Denpasar mencapai 79%. Sementara, partipasi pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 lalu mencapai 60%.

 

Tahun ini, partisipasi pemilih di Bali ditarget mencapai 80%. Sementara, di wilayah Denpasar, target partispasi pemilihnya mencapai 77,5%.

 

“Karena kita di Bali jadi kita gunakan juga pendekatan budaya, kita rutin melaukannya bahkan sejak pilpres 2014 lalu,” katanya kepada Bisnis, Selasa (26/2/2019).

 

Selain menggunakan pertunjukkan budaya, sosialiasi pemilu April 2019 mendatang juga dilakukan ke sekolah-sekolah untuk menyasar pemilih pemula. Tidak ketinggalan, masyarakat umum juga disasar lewat sosialisasi ke banjar-banjar. Umumnya, sosialisasi ke banjar-banjar dilakukan saat warga selesai mengadakan pesangkepan atau rapat.

 

KPU Denpasar juga melakukan sosialissi ke pemilih disabilitas yang jumlahnya sebanyak 284 orang dari total 464.132 pemilih di Kota Denpasar.

 

Pemilih yang juga kebetulan berada di luar daerah tempat memilih, juga dapat melakukan permmohonan pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Masyarakat tinggal mengakses portal https://bali.kpu.go.id/pemilihpintar/

 

“Tetapi itu kembali ke masyarakat masing-masing, yang kita lakukan adalah upaya aga mendorong makin banyak masyarakat yang menjadi pemilih,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, Pemilu 2019

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top