Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imlek Jadi Momentum Bali Perbaiki Pasar Wisatawan dari China

Kepala Dinas Pariwisata Bali AA Gede Yuniartha Putra mengatakan Imlek menjadi momentum yang tepat bagi Pulau Dewata untuk memperbaiki pasar wisatawan dari China.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  12:16 WIB
Sejumlah wisatawan melihat patung nelayan setibanya mereka dari berwisata dengan kapal laut di dermaga Serangan, Denpasar. - Antara
Sejumlah wisatawan melihat patung nelayan setibanya mereka dari berwisata dengan kapal laut di dermaga Serangan, Denpasar. - Antara

Bisnis.com, DENPASAR -- Kepala Dinas Pariwisata Bali AA Gede Yuniartha Putra mengatakan Imlek menjadi momentum yang tepat bagi Pulau Dewata untuk memperbaiki pasar wisatawan dari China.
 
Menurutnya, Bali merupakan salah satu destinasi wajib yang dikunjungi wisatawan China saat perayaan Imlek. Bali pun menyiapkan berbagai event untuk menyambut para turis dari Negeri Panda.
 
Berbeda dengan tahun lalu, kali ini Bali tidak hanya menyiapkan makan malam Imlek untuk para wisatawan China. Bali juga menghadirkan Balingkang Kintamani Festival 2019 untuk pertama kalinya.
 
Yuniartha mengakui kegiatan ini memang terkesan mendadak. Namun, festival tersebut menjadi permulaan yang bagus untuk memperbaiki pasar China setelah adanya praktik wisata ilegal pada tahun lalu.
 
“Ke depan, kami akan buat kegiatan ini lebih sempurna, secara kontinu akan diadakan,” tuturnya, Rabu (30/1/2019).
 
Yuniartha melanjutkan penerbangan reguler China menuju Bali juga sudah habis terpesan menjelang perayaan Imlek 2019. Setidaknya ada 3 kali penerbangan reguler selama sepekan dari China menuju Bali yang masing-masing dilakukan 8 maskapai internasional.
 
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, saat masih adanya praktik wisata ilegal,pengeluaran rata-rata 1 wisatawan China selama 1 hari di Bali adalah sebesar US$200. Namun, sejak wisata ilegal itu ditutup, turis China yang menuju Bali sudah mencakup kalangan menengah ke atas.
 
“Kalau dulu kan yang datang menengah ke bawah, wisata kita dijual murah cuma Rp600.000. Nanti pembayaran sisanya mereka lakukan dengan membeli barang-barang di toko ilegal milik China yang ada di Bali,” terangnya.
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china pariwisata bali
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top