Wisata Tirta di Bali Tak Terimbas Musim Penghujan

Saat hujan, air di laut justru lebih hangat dan arusnya tidak terlalu besar.
Ni Putu Eka Wiratmini | 02 Desember 2018 14:35 WIB
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, DENPASAR – Ketua Gabungan Usaha Wisata Bahari atau Gahawisri Bali IB Agung Parta mengatakan wisata tirta di Pulau Dewata tidak terpengaruh musim penghujan. Bahkan, saat hujan, wisata tirta cenderung lebih diminati.

Dia menjelaskan, saat hujan, air di laut justru lebih hangat dan arusnya tidak terlalu besar. Sehingga aman digunakan untuk melakukan wisata air.

Walaupun, tidak terpengaruh musim penghujan, penurunan kunjungan wisata bahari memang terjadi. Setidaknya ada penurunan kunjungan sebesar 20% pada wisata tirta.

Menurutnya, penurunan ini lebih disebabkan oleh masa low season yang rata-rata setiap tahun biasa terjadi pada 20 September sampai 15 Desember.

“Namanya memang lagi low season, musim hujan sama sekali tidak mempengaruhi,” katanya, Minggu (2/12/2018).

Kata dia, justru wisata tirta di Bali mengalami penurunan pada Juni sampai Agustus karena cuaca tidak bagus. Pada bulan-bulan tersebut, air biasanya lebih tinggi dan arus lebih besar sehingga membahayakan.

“Kalau sekarang enggak pernah ada yang cancel, kalau Juni sampai Agustus setiap minggu ada saja yang cancel,” katanya.

Tag : bali
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top