Gubernur Bali Berikan Bantuan Rp2 Miliar untuk PMI

Gubernur Bali I Wayan Koster memberikan bantuan anggaran kepada Palang Merah Indonesia Provinsi Bali sebesar Rp2 miliar untuk Tahun 2019 guna pembiayaan 50.000 kantong darah.
Newswire | 29 November 2018 16:05 WIB
Gubernur Bali I Wayan Koster (kiri) bersama Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, DENPASAR – Gubernur Bali I Wayan Koster memberikan bantuan anggaran kepada Palang Merah Indonesia Provinsi Bali sebesar Rp2 miliar untuk Tahun 2019 guna pembiayaan 50.000 kantong darah.

"Hal ini juga disampaikan Ketua PMI Bali kepada saya bahwa Bali kira-kira membutuhkan 50.000 kantong per tahun," kata Koster dalam sambutannya pada Musyawarah Kerja Provinsi Palang Merah Indonesia (PMI) Bali, di Denpasar, Bali, Kamis (29/11/2018).

Untuk tahun anggaran 2020, lanjut Koster, Pemprov Bali siap membantu anggaran pengelolaan darah PMI Bali minimum mencapai Rp4 miliar hingga Rp5 miliar.

"Kedepan untuk pengajuan anggaran berikutnya harus naik, termasuk mencakup biaya pengelolaan darah. Saya berjanji Tahun 2020 disiapkan anggaran Rp4 miliar," ujarnya.

Hal ini penting dilakukan, agar PMI Bali bisa memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. "Doakan saja kepemimpinan saya satu periode ini bisa membantu PMI," katanya.

Penyelenggaraan kepalangmerahan, kata Koster, memang perlu adanya dukungan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya. "Saya juga mendorong semua pihak agar bersama-sama dan bersinergi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kepalang merahan di Bali," katanya.

Koster menyatakan siap menjadi relawan PMI, karena tugasnya yang sangat mulia dan menjaga nilai kemanusian. "Harusnya semua pihak tersentuh agar berperan aktif menjadi relawan PMI," katanya.

Oleh karena itu, Koster juga berjanji akan mencarikan bantuan dana CSR dari sejumlah pihak atau perusahaan agar mau menyisihkan uangnya untuk membangun gedung PMI Bali yang lebih representatif.

"Tahun 2019, kami akan berupaya mencarkan bantuan dari berbagai pihak atau perusahaan di Bali agar mau menyisihkan dana CSR-nya untuk PMI yang dikelola secara terpadu oleh Pemprov Bali," ujarnya.

Dalam waktu dekat, orang nomor satu di Pulau Bali ini akan mendatangi Kantor PMI Bali yang lama, untuk melihat kondisi gedung palang merah Bali itu dan Pemprov Bali juga siap membantu pembangunan UTD PMI Bali yang berfungsi untuk kegiatan transfusi darah, PMI Center.

"Apa saja yang diperlukan PMI Bali, Pemerintah Provinsi Bali siap membantu. Ini komitmen kuat saya untuk PMI," ujar Koster.

Ia mengatakan, segala usulan PMI akan diprioritaskan, agar organisasi ini kuat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Bali dan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.

"Keberadaan PMI sangat strategis, kedepan untuk kebutuhan darah juga harus menjadi perhatian serius dan prioritas untuk masyarakat di Bali," katanya.

Untuk itu, Koster menekankan untuk mewujudkan hal ini perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai.

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Bali, I Gusti Bagus Alit Putra menambahkan, PMI Bali di penghujung Tahun 2018 mengadakan Musyawarah Kerja Provinsi yang melibatkan jajaran pengurus, staf dan relawan PMI Provinsi Bali dan PMI kabupaten/kota se-Bali untuk membahas dan mengesahkan program kerja PMI Provinsi Bali Tahun 2019.

"Kegiatan ini juga sebagai sarana penyampaian evaluasi pelaksanaan program kerja PMI Provinsi Bali Tahun 2018 dan perumusan program Tahun 2019. Kegiatan ini dapat disinergiskan dengan program dan kegiatan PMI kabupaten/kota, sehingga dapat lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan PMI kepada masyarakat," katanya.

Pada kegiatan MUKERPROV ini juga dilaksanakan sebagai media untuk pemberian penghargaan yang akan diberikan kepada tiga PMI kabupaten/kota yang telah melaksanakan tugas dan kegiatannya sesuai dengan kaedah-kaedah organisasi.

Sumber : Antara

Tag : bali
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top