Sampoerna Bina 90 UKM di Bali

PT HM Sampoerna Tbk melakukan pembinaan terhadap 90 UKM di Bali melalui program Tourism Based Retail Entrepreneurship Development atau Trend yang bekerja sama dengan Yayasan Business & Export Development Organization atau Bedo.
Ni Putu Eka Wiratmini | 29 November 2018 15:34 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru (kedua tengah) didampingi Manager Regional Relations & CSR PT HM Sampoerna Tbk Arief Triastika (kedua kiri) dan Kepala Wilayah Sumatera Selatan Sampoerna Rianto Probo Hartono (kiri) mengunjungi salah satu stan peserta Sampoerna Retail Community (SRC) Expo 2018 di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (10/11/2018). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, TABANAN – PT HM Sampoerna Tbk melakukan pembinaan terhadap 90 UKM di Bali melalui program Tourism Based Retail Entrepreneurship Development atau Trend yang bekerja sama dengan Yayasan Business & Export Development Organization atau Bedo.

Ada tiga kabupaten yang menjadi sasaran pembinaan yakni Karangasem, Tabanan, dan Bangli dengan masing-masing ada 20 UKM dan 10 mitra retail. UKM yang dibina tersebut ditujukan untuk memperkuat produk pariwisata yang ada di masing-masing daerah.

Manajer Hubungan Pemangku Kepentingan dan Fasilitas CSR Sampoerna Indra Refipal mengatakan Program TREND diimplementasikan dengan mengintegrasikan pelaku UKM anggota Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan mitra peretail tradisional Sampoerna Retail Community (SRC) di Tabanan.

Integrasi bertujuan untuk mempermudah pelaku UKM bertemu dengan pasar dan sekaligus memperkaya produk mitra retail.

UKM binaan tersebut akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pameran, salah satunya di Hari Ulang Tahun ke-525 Tabanan. Pada pameran tersebut, masing-masing UKM akan memperkenalkan produk-produk andalan sekaligus memenuhi kebutuhan pasar.

Pameran dengan Tabanan ini merupakan rangkaian acara menuju SETC Expo yakni acara tahunan bagi pelaku UKM yang akan diselenggarakan di Denpasar pada 15-16 Desember 2018 dengan tema New Era Entrepreneurship. Setiap gelaran SETC, ratusan pelaku UKM dari seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dan memamerkan produk.

"Tujuan acara ini agar seluruh pihak secara bersama-sama mendapatkan dampak yang positif, seperti peningkatan taraf perekonomian, peningkatan kualitas produk atau jasa, dan memperkuat jejaring pasar," katanya, Kamis (29/11/2018).

Wakil Bupati Tabanan Komang Sanjaya mengatakan pihaknya memiliki komitmen penuh untuk mendorong sektor UKM agar lebih unggul dan mampu berdaya di tengah persaingan modern. Jika UKM berkembang, maka perekonomian daerah akan mengalami kemajuan, pajak daerah mengalami peningkatan, dan angka pemgangguran akan berkurang.

Hingga kini, di Tabanan terdapat kurang lebih 39.000 UKM yang bergerak di bidang usaha seperti jasa, produk makanan dan minuman, sandang, dan kerajinan. Sektor UKM menyumbang laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai 5,38% pada 2017.

Tabanan juga memiliki 1.500 peretail tradisional berbentuk warung dan toko yang juga turut memegang peran ekonomi.

"Kesuksesan pembangunan di Tabanan tidak hanya bergantung pada hasil kerja keras pemerintah saja, namun tentunya dengan sinergi berbagai pihak," katanya.

Manager Program Bedo Jeff Kristianto Iskandarsjah mengatakan pembinaan program TREND yang dilakukan mulai dari pengelolaan toko ritel, trainer of trainers, pelatihan pemasaran digital, pendampingan pengembangan produk lokal, hingga dukungan pengembangan teknologi. Usai pembinaan, produk dari anggota SETC Sampoerna ini akan dipasarkan di area Teras Oleh Oleh pada mitra ritel tradisional anggota SRC.

"Diharapkan, dengan menjual produk khas Tabanan, toko mereka dapat menjual produk lebih beragam, terlihat lebih menarik untuk konsumen maupun wisatawan, sehingga mampu bersaing dengan retailer modern," katanya.

Tag : hm sampoerna
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top