EcoBali Kelola 2.098 Ton Sampah Kemasan

EcoBali Recycling bekerja sama dan Tetra Pak Indonesia selama satu dekade ini telah berhasil mengelola 2.098 ton sampah kemasan karton bekas minuman.
Ema Sukarelawanto | 19 November 2018 16:16 WIB
Pekerja sedang memilah sampah secara manual di workshop EcoBali Recycling, Kuta Utara, Badung, Bali. - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, MANGUPURA – EcoBali Recycling bekerja sama dan Tetra Pak Indonesia selama satu dekade ini telah berhasil mengelola 2.098 ton sampah kemasan karton bekas minuman.

Direktur EcoBali Recycling I Ketut Mertaadi mengatakan kerja sama tersebut juga melakukan aktivitas edukasi kepada 200 sekolah yang meliputi 18.000 murid dan 5.000 guru di Pulau Dewata.

“Ratusan bank sampah yang terdapat di berbagai banjar kami ajak bermitra, sekaligus untuk meningkatkan nilai keekonomian dari sampah kemasan karton bekas minuman,” katanya, Senin (19/11/2018).

Menurut Mertaadi perusahaan yang berdiri sejak 2006 itu mengelola sampah secara terintegrasi dan menciptakan pengetahuan berbasis lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut mendukung program Bali hijau dan bersih.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyebar ratusan dropbox di sejumlah tempat usaha dan ruang publik untuk memilah sampah agar mudah untuk didaur ulang.

Ia menyebut solusi persoalan sampah kemasan diangap berhasil jika proses pengumpulan sampah serta infrastruktur daur ulang dirancang lebih baik dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Manajer Lingkungan Tetra Pak Indonesia Reza Andreanto mengatakan selama 10 tahun ini kolaborasi dengan EcoBali telah berhasil menciptakan jejaring pengumpulan sampah kemasan di antaranya bank sampah, lapak, bandar, sekolah kantor pemerintah, hotel, restoran yang meliputi sekitar 72 tempat usaha.

Kolaborasi ini di antaranya mengedukasi masyarakat agar terbiasa melakukan gerakan 3L sebelum membuang sampah kemasan yakni membuka lipatan, letakkan sedotan minuman ke dalam kemasan dan ratakan serta, lepaskan kemasan di dropbox yang telah disediakan.

Kata dia Tetra Pak —perusahaan bidang pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman— terus meningkatkan volume kemasan karton bekas minuman untuk didaur ulang, Pada 2017, lebih dari 100 ribu lembar atap gelombang dan papan partisi rumah telah dibuat dari bahan hasil daur ulang kemasan karton Tetra Pak.

Tetra Pak Indonesia, jelasnya, memiliki 4 program edukasi masyarakat, pembentukan komunitas pengumpul kemasan karton bekas, peningkatan kapasitas pabrik daur ulang, dan pemanfaatan nilai ekonomi sampah kemasan untuk diolah menjadi produk daur ulang berkelanjutan yang menguntungkan.

Tag : bali, sampah
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top