Tingkat Partisipasi Pilkada Bali 2018 Lebih Rendah Dibandingkan 2013

Tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Bali 2018 tercatat turun sebesar 1,84% jika dibandingkan dengan pencapaian lima tahun lalu.
Feri Kristianto | 09 Juli 2018 07:06 WIB
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, DENPASAR — Tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Bali 2018 tercatat turun sebesar 1,84% jika dibandingkan dengan pencapaian lima tahun lalu.

Berdasarkan hasil pleno rekap perhitungan suara oleh KPUD Bali, tahun ini tingkat partisipasi pilgub Bali sebesar 71,96% lebih rendah dibandingkan 2013 yang sebesar 73,8%. Artinya, pada tahun ini persentase pemilih yang tidak menggunakan suaranya meningkat menjadi 28,04% sedangkan pada lima tahun lalu sebesar 26,2% dari total pemilih.

Jika dijabarkan lagi maka pada pilgub Bali 2018 ada sekitar 836.104 suara dari total pemilih di DPT sebanyak 2.982.201 suara yang tidak digunakan. Kabupaten dengan tingkat partisipasi terendah adalah Buleleng, sebesar 58,4% dari total pemilih 555.555 suara. Ada sebanyak 230.995 suara tidak digunakan.

Daerah dengan tingkat partisipasi tertinggi adalah Kabupaten Bangli sebesar 80,28% dari total pemilih sebanyak 184.040 suara. Ketua KPUD Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengakui secara keseluruhan terjadi penurunan tetapi mengklaim masih lebih baik jika dibandingkan dengan daerah lain.

“Akan tetapi untuk rerata dibandingkan provinsi lain, Bali termasuk tinggi dan berjalan lebih kondusif,” jelasnya usai pleno, Minggu (8/7/2018).

Menurutnya, lebih rendahnya jumlah pemilih karena banyak faktor. Dia menyebutkan figur kandidat, visi misi, program serta data pemilih dan sosialisasi ikut mempengaruhi.

Raka mengatakan upaya-upaya mengatasi potensi rendahnya tingkat partisipasi sudah dilakukan sebelum pilkada berlangsung.

 

Tag : pilkada
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top