Rencana Spin Off PLTU Milik Antam Masih Dikaji

Rencana pelepasan usaha atau spin off pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Pomalaa milik PT Antam (Persero) Tbk. untuk dikelola oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) masih dalam kajian.
Denis Riantiza Meilanova | 13 April 2018 07:04 WIB
Gedung Antam

Bisnis.com, JAKARTA -- Rencana pelepasan usaha atau spin off pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Pomalaa milik PT Antam (Persero) Tbk. untuk dikelola oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) masih dalam kajian.

"Spin off pembangkit listrik masih kajian karena kami mau lihat benchmark harganya," ujar Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Di sisi lain, dia mengatakan saat ini PTBA juga tengah mempelajari teknis pengoperasian pembangkit tersebut.

"PTBA sedang pelajari karena itu kombinasi PLTU dan PLTD," ungkap Arie.

PLTU yang dimiliki oleh Antam tersebut berkapasitas 2x30 megawatt (MW) dan berlokasi di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. PLTU dibangun untuk mendukung Proyek Pengembangan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP).

Sebelumnya, Arie menyebutkan pihaknya berinvestasi sekitar Rp3 triliun di proyek tersebut. PLTU Pomalaa saat ini telah beroperasi, sedangkan pembangkit lain yang berafiliasi dengan Antam masih tahap pembangunan.

Selain PLTU di Pomalaa, Antam juga bekerja sama dengan PTBA membangun PLTU berkapasitas 2x60 MW di Halmahera Timur sebagai sumber energi Electric Smelting Furnace bagi Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH).

Rencana pengelolaan pembangkit listrik milik Antam oleh PTBA tersebut merupakan bagian dari rencana pembentukan holding BUMN tambang. Menurut Arie, rencana tersebut merupakan bagian dari sinergi perusahaan.

Tag : antam, pltu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top