Okupansi Hotel Drop Hanya 20%, BHA Rancang Layanan Bus Gratis

Tingkat keterisian kamar hotel bintang lima dan empat yang tergabung dalam wadah Bali Hotel Association atau BHA, pada Desember ini anjlok dari 40%-50% menjadi kisaran 20%-30%.
Feri Kristianto | 13 Desember 2017 09:44 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, DENPASAR - Tingkat keterisian kamar hotel bintang lima dan empat yang tergabung dalam wadah Bali Hotel Association atau BHA, pada Desember ini anjlok dari 40%-50% menjadi kisaran 20%-30%.

Ketua BHA Ricky Putra mengungkapkan seharusnya pada Desember tingkat keterian kamar atau okupansi berada pada level angka 60%. Anggota BHA sebanyak 160 hotel tersebar di Nusa Dua, hingga kawasan Kuta.

Dia mengatakan salah satu penyebab penurunan itu adalah status awas Gunung Agung yang membuat wisatawan membatalkan kunjungan.

“Banyak yang cancel karena status awas, meskipun sudah diberikan pemahaman kepada wisatawan bersangkutan,” jelasnya, Selasa (12/12/2017).

Ricky menjelaskan banyak wisatawan yang urung menginap karena alasan kekhawatiran bandara ditutup jika Gunung Agung erupsi lagi. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pihaknya saat ini mulai menggalang strategi dengan anggota BHA untuk memberikan jaminan berupa transportasi gratis hingga bandara terdekat.

Menurutnya, pemberian jaminan bagi turis yang menginap sekarang sedang digodok oleh anggota. Dia menjelaskan dari pengalaman di salah satu hotel, jaminan pemberian transportasi berupa bus yang mengantarkan hingga Bandara Juanda, Sidoarjo ternyata menjadi daya tarik wisatawan.

Ketidakpastian operasional Bandara Ngurah Rai karena sangat tergantung sebaran debu vulkanik Gunung Agung membuat wisatawan butuh jaminan berupa moda transportasi ketika mereka tidak bisa menggunakan moda pesawat. Ricky mengaku di hotelnya tempatnya bekerja, pola penjaminan bus ini ampuh membuat wisatawan bersedia tetap datang ke Bali.

Tag : mirae, mirae
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top