BPR Jatim raih laba Rp17,25 miliar 2010

News Editor | 26 Desember 2010 09:55 WIB

BATU: Bank Perkreditan Rakyat Jawa Timur (BPR Jatim) menutup kalender kerja 2010 dengan kpencapaian target sebesar Rp17,25 miliar.R.Soeroso, Direktur Utama (Dirut) BPR Jatim, mengatakan realisasi target tersebut melebihi dari yang ditetapkan direksi sebesar Rp16,8 miliar. Catatan laba pada 2010 tersebut juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan 2009 yang hanya mencapai Rp12 miliar, katanya kepada Bisnis kemarin. Dia menambahkan secara umum, kinerja BPR Jatim hingga ultah yang ke-9 juga mengesankan. Hal itu, lanjut dia, ditandai dengan peningkatan aset, kredit, maupun dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun BPR Jatim sejak awal konsolidasi hingga saat ini.Pada awal konsolidasi, yang melebur 222 unit menjadi 66 PD BPR Jatim yang ada di kota maupun kabupetan se-Jatim, total aset BPR Jatim hanya sebesar Rp39,52 miliar, kredit yang dikucurkan Rp22,10 miliar, dana pihak ketiga (DPK) Rp22,41 miliar, dan laba yang dicetak sebesar Rp723 juta.Namun saat ini total asetnya sudah melonjak menjadi Rp597,2 miliar, dan DPK per 23 Desember mencapai Rp362,96 miliar, kredit Rp377,90 miliar, dan dari sisi laba hingga akhir Desember kami prediksikan mencapai Rp17,25 miliar.Total aset tersebut, lanjut dia, juga mengalami kenaikan dibanding 2009 yang hanya sebesar Rp491 miliar. Selain itu, tingkat non performing loan (NPL) juga relatif rendah yakni 0,68%. Dan NPL tersebut diyakini akan turun, karena pada akhir tahun masyarakat biasanya banyak pendapatan untuk membayar.Salah satu kunci sukses BPR Jatim menunjukkan kinerja yang menggembirakan itu, jelasnya, karena kantor cabang yang ada sudah menjalankan sistem prudential yang integrated.Selain itu, BPR Jatim juga concern terhadap pada sektor micro finance utamanya UMKM di Jatim dimana pasarnya mencapai 4,2 juta UMKM dan belum semua dari UMKM tersebut dicover atau mempunyai akses ke bank.Hingga Oktober 2010 UMKM yang sudah akses ke perbankan baru 36%, sementara sisanya belum. Tentunya ini menjadi pasar tersendiri bagi BPR Jatim. Bisa diibaratkan kami ini semut dan mencari makan dari sisa-sisa gajah (perbankan umum).Drajat Sunaryadi, Direktur Umum BPR Jatim, mengatakan BPR Jatim pada 2011 mendatang akan terus menggenjot kinerja yang optimal menyusul besarnya tantangan yang dihadapi.Dan tentunya, kata dia, tetap dalam naungan segitiga emas yang merupakan sinergi dengan Bank Jatim, BPR Jatim, dan Jamkrida Jatim yang diharapkan mampu membangun masyarakat Jatim dan menurunkan angka kemiskinan. Dimana masyarakat yang mendekati miskin bisa dibina dan diarahkan menjadi wirausaha yang selanjutnya bisa meningkatkan PDB maupun PAD Jatim.Tentunya melalui program yang inovatif setelah 2010 kita menutupnya dengan kinerja yang bagus. Karena itu tidak berlebihan kalau pada 2010 kita memperingati hari ulang tahun dengan tema Ridho yakni rekreasi, silaturahmi, doa, hiburan, dan olahraga bagi seluruh karyawan dan keluarga BPR Jatim, tambah dia.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top