BPOM Diminta Intensifkan Pengawasan di Bali

Oleh: Feri Kristianto 27 November 2018 | 19:28 WIB
BPOM Diminta Intensifkan Pengawasan di Bali
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menyampaikan arahan saat kegiatan Rapat Evaluasi Nasional BPOM 2018 di Legian, Badung, Bali, Selasa (27/11/2018). Kegiatan tersebut digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan Rencana Strategis BPOM 2015-2019 di tahun 2018 serta membahas berbagai permasalahan terkait pengawasan obat dan makanan. /Antara-Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR – Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM diminta melakukan pengawasan secara intensif di Bali agar wisatawan aman mendapatkan bahan obat dan makanan.

Bali sebagai destinasi wisata dunia, sangat membutuhkan pengawasan obat maupun makanan untuk menjamin keamanan para wisatawan yang datang ke Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Pulau Dewata sebagai daerah tujuan wisata juga diserbu produk-produk dari luar sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pariwisata tersebut. Karena itu, produk yang dikonsumsi wisatawan tentunya juga harus aman dan bermutu.

"Tidak boleh memberikan perlakuan khusus terhadap produk luar tersebut. Kami berharap para pelaku usaha di bidang pariwisata bisa memanfaatkan produk lokal termasuk produk di bidang obat dan makanan. Selain itu, Bali sebagai tujuan wisata dunia harus mendapat perhatian khusus dari BPOM agar wisatawan aman dalam berkunjung ke Bali," ujarnya, dalam Rapat Evaluasi Nasional Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) 2018 di Kuta, Selasa (27/11/2018).

Menurutnya, obat dan makanan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Globalisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat mendorong peningkatan jenis dan jumlah produk Obat dan Makanan yang beredar.

Satu sisi kondisi ini menstimulasi pengembangan produk obat dan makanan tetapi di sisi lain ada kerentanan beredarnya produk obat dan makanan ilegal dan palsu jika pengawasan dan pembinaan tidak dilakukan dengan maksimal.

Koster mengungkapkan ada kondisi yang cukup menggembirakan, belakangan banyak muncul produsen UMKM kosmetika khususnya produk SPA berkembang sangat pesat yang menggunakan bahan-bahan alami dan tradisional. Produk ini tidak hanya digunakan atau beredar di dalam negeri, tetapi juga sudah mempunyai pasar di luar negeri.

Hanya semua produk yang dihasilkan harus mempunyai izin edar atau legal secara hukum serta aman dan bermutu. Untuk itu BPOM beserta jajaran di bawahnya bisa membina terhadap produksi lokal.

"Sehinga bisa menghasilkan produk bermutu dan aman serta bisa bersaing dengan produk luar selain dengan pengawasan secara intensif agar tidak terjadi masalah di masyarakat," harapnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya