Hingga Oktober 2018, Kanwil VII Pegadaian Raih Laba Rp533 Miliar

Oleh: Ema Sukarelawanto 09 November 2018 | 16:11 WIB
Hingga Oktober 2018, Kanwil VII Pegadaian Raih Laba Rp533 Miliar
Model memperlihatkan layanan Pegadaian digital service di sela-sela acara peringatan HUT ke-117 Pegadaian, di Jakarta, Minggu (1/4/2018)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, MANGUPURA — Kantor Wilayah VII PT Pegadaian Denpasar yang membawahi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur mencatat laba Rp533 miliar hingga akhir Oktober 2018, dari target Rp549 miliar sepanjang tahun ini.
 
Pemimpin Wilayah VII PT Pegadaian Denpasar Nuril Islamiah optimistis mampu melewati target hingga akhir tahun, didukung berbagai produk dan layanan baru yang semakin menarik dan memudahkan nasabah.
 
“Ya, saya optimistis mampu mencapai target. Apalagi, kami mampu meraup laba rata-rata Rp50 miliar per bulan,” katanya, Jumat (9/11/2018).
 
Menurut Nuril, pendapatan utama datang dari bisnis gadai. Tetapi, produk lain seperti tabungan emas, kepemilikan kendaraan, naik haji, dan lain-lain juga semakin diminati.
 
Hingga akhir Oktober 2018, Outstanding Loan (OSL) Kanwil VII Pegadaian Denpasar mencapai Rp3,9 triliun atau mengalami kenaikan 9% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun target OSL tahun ini adalah Rp4,2 triliun. 
 
Saat ini, Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VII memiliki  463 outlet dan sekitar 600 agen yang tersebar di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan performa bagus dengan memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat yang ingin mendapatkan dana dengan mudah.
 
Tabungan emas misalnya, selain menjadi skema menabung, dana yang telah dikonversi menjadi emas juga bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu jika memerlukan pembiayaan.

Dia melanjutkan pihaknya terus melakukan pengembangan pembiayaan selain gadai untuk membantu para pengusaha mikro dan kecil, pelaku usaha kreatif, serta masyarakat lainnya.
 
Salah satu yang akan ditawarkan adalah Peer-to-Peer (P2P) lending, yakni penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman untuk melakukan perjanjian pinjam meminjam melalui sistem elektronik atau digital.
 
Nuril menerangkan ini merupakan tren yang mau tidak mau harus diikuti. Oleh karena itu, Pegadaian juga membidik generasi milenial yang sangat familiar dengan perangkat digital.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya