Realisasi Pembangunan KEK Mandalika Baru 20%, Rampung 10 Tahun Lagi

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 09 November 2018 | 15:57 WIB
Realisasi Pembangunan KEK Mandalika Baru 20%, Rampung 10 Tahun Lagi
Wisatawan mancanegara berjemur di pantai Kuta yang berada dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (31/8/2017)./ANTARA-Ahmad Subaidi

Bisnis.com, MATARAM -- Indonesia Tourism Development Corporation telah merealisasikan 20% pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan menargetkan 1.200 kamar hotel dapat mulai beroperasi pada 2020. 
 
Direktur Konstruksi dan Operasi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Ngurah Wirawan mengatakan saat ini zona barat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika akan menjadi yang paling pertama rampung dibanding wilayah lainnya.

Adapun KEK Mandalika dibagi atas tiga wilayah yakni Zona Barat, Tengah, dan Hutan Mangrove. Diprediksi butuh waktu 10 tahun agar seluruh zona KEK Mandalika rampung. 
 
Menurutnya, pembangunan KEK Mandalika memang dilakukan secara bertahap, sama halnya dengan pembangunan ITDC Nusa Dua yang membutuhkan waktu selama 30 tahun. 
 
"Zona Barat saat ini [KEK Mandalika] mirip dengan Legian pada 1980," ungkap Ngurah, Jumat (9/11/2018).
 
Saat ini, pembangunan beberapa hotel di Zona Barat masih dilakukan. Ada tujuh hotel yang akan dibangun di kawasan tersebut dan beberapa sudah dalam tahap pembangunan serta diprediksi rampung pada 2020 dengan total 1.200 kamar.
 
Hotel Novotel merupakan yang paling pertama beroperasi di kawasan ini sejak 1995 dengan menyediakan 140 kamar. 

Adapun hotel yang sedang dibangun adalah Hotel Pullman, Hotel Paramount, Hotel Royal Tulip, serta X2 Hotel and Beach Club.

Konstruksi Hotel Pullman sudah mencapai 30% dan nantinya akan menyediakan 250 kamar, sedangkan Hotel Paramount direncanakan memiliki 350 kamar. Adapun Hotel Royal Tulip direncanakan mempunyai 250 kamar dan X2 Hotel and Beach Club 200 kamar.

Masih  ada tiga hotel lain yang belum dibangun yakni JW Marriott, Aston, dan Jambuluwuk.

Ngurah menyatakan walaupun jumlah hotel yang sudah beroperasi masih minim, tapi KEK Mandalika dapat menampung hingga 1.000 wisatawan yang menginap. Selain di hotel, wisatawan bisa tinggal di penginapan milik warga.
 
"Seperti saat maraton kemarin, ada 800 kamar yang mampu ditawarkan warga dari vila dan penginapan mereka," ucapnya.

Pada 5 Oktober 2018, digelar lomba lari maraton skala internasional di kawasan tersebut.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya