60% Wisatawan ke Bali Nantinya Generasi Milenial, Ini Imbasnya

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 08 November 2018 | 12:03 WIB
60% Wisatawan ke Bali Nantinya Generasi Milenial, Ini Imbasnya
Sejumlah wisatawan bermain selancar di Pantai Kuta, Bali, Kamis (25/10/2018)./Antara-Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR – Kunjungan wisatawan milenial ke Bali hingga saat ini telah mencapai 40% dari total jumlah kedatangan turis per tahun dan diprediksi akan meningkat menjadi 60% pada 2023.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah formula agar meningkatnya kunjungan wisatawan milenial ke Pulau Dewata tidak merugikan perekonomian setempat. Bali yang mengusung konsep pariwisata budaya dinilai kontradiktif dengan era milineal yang lebih berorientasi dengan teknologi digital.

Menurutnya, dengan pemanfaatan teknologi digital, guide-guide lokal Bali yang melakukan promosi berdasarkan pariwisata budaya tidak akan terlalu dibutuhkan wisatawan. Selain itu, karakteristik wisatawan milienal yang cenderung menempati hostel dengan sharing room atau berbagi kamar akan mengurangi pasar hotel-hotel berbintang.

Tren kunjungan wisatawan milenial yang cenderung berpindah-pindah juga menurunkan length of stay penginapan di Bali. Menurutnya, sebelum memasuki era milenial, length of stay wisatawan di Bali bisa berbulan-bulan. Namun, saat ini kecenderungan wisatawan berpindah-pindah dengan cepat.

“Kalau kita tidak cermat mengikuti perkembangannya akan menjadi kontradiktif dengan pariwisata budaya Bali. Dia [wisatawan milenial] tidak masalah dengan membagi kamar,” katanya, Kamis (8/11/2018).

Kata dia, walaupun ada beberapa kelemahan dari kunjungan wisatawan milenial, itu tidak berarti Bali menolak kehadiran mereka. Bali sendiri tetap terbuka untuk semua jenis wisatawan milenial. Hanya saja, Bali akan menyiapkan langkah untuk tetap mendatangkan berkah pariwisata dari berbebagai pasar, termasuk pasar milenial.

“Bali sendiri menerima [wisatawan milenial], tetapi kita juga harus menangkap peluang, makanya kita jangan terseret dan harus terus melihat potensi kita di sini,” katanya.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata Prof I Gde Pitana mengatakan jumlah wisatawan milenial akan terus meningkat bahkan mencapai 300 juta secara global pada 2020.

Kondisi ini didukung dengan meningkatnya jumlah generasi milenial di Asia. Pada 2030, dipediksi 57% penduduk Asia merupakan generasi milenial usia 15 sampai 35 tahun. Generasi milenial di Indonesia pada saat itu akan sebanyak 82 juta dan menempati urutan nomor dua terbanyak di Asia. Prediksi jumlah generasi milenial nomor satu terbanyak ditempati China dengan jumlah 333 juta.

“Ini akan menjadi pasar yang besar bagi kita,” katanya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya