Pegadaian Bali Targetkan Kenaikan 100% Rekening Tabungan Emas

Oleh: Ema Sukarelawanto 06 November 2018 | 17:10 WIB
Pegadaian Bali Targetkan Kenaikan 100% Rekening Tabungan Emas
Petugas menjelaskan produk PT Pegadaian./JIBI-Rachman

Bisnis.com, DENPASAR — PT Pegadaian (Persero) Area Denpasar menargetkan tambahan 35.000 rekening atau nasabah baru pada 2019, naik 100% dari jumlah nasabah tabungan emas saat ini.

Vice President PT Pegadaian Area Bali Sucahya P. Laksana mengatakan optimistis dengan pertumbuhan produk yang membidik masyarakat menengah ke bawah ini, apalagi kini juga menyasar kalangan milenial.

“Kami fokus menggarap kalangan milenial, apalagi ada aplikasi yang memudahkan mereka mengakses tabungan emas dari mana saja,” katanya, Selasa (6/11/2018).

Sucahya mengatakan layanan menggunakan aplikasi yang bisa diunduh melalui PlaySotre menjadi daya tarik tersendiri karena para generasi milenial sangat familiar peemakain gawai.

Membuka rekening, lanjut dia, sangat mudah, begitu juga jumlah setoran yang sangat terjangkau serta bisa dilakukan dengan transfer mobile banking.

Ia menyebut dari 35.000 rekening nasabah tabungan emas di Bali, saat ini tersimpan senilai 70 kilogram emas yang diharapkan meningkat 100% atau 140 kg pada 2019.

Sucahya menjelaskan nasabah tabungan emas tidak mendapatkan bunga, tetapi karena setiap setoran rupiah dikonversikan ke emas, keuntungan yang didapat dari kenaikan harga emas.

“Produk ini sebenarnya ingin membudayakan investasi yang baik dan sehat. Untuk investasi jangka panjang produk ini akan sangat menguntungkan,” katanya.

Dalam watu dekat, Pegadaian akan melakukan literasi dan sosialisasi tabungan emas di ajang Legian Beach Festtival yang digelar 8-12 November.

Selain itu, Pegadaian Are Bali akan memulai program ‘Mengubah Sampah Menjadi Emas’ bekerja sama dengan bank sampah milik banjar maupun desa di seluruh Bali.

Saat ini Pegadaian Area Bali memiliki 21 cabang dan 125 unit yang tersebar di seluruh Bali yang memudahkan siapapaun mengakses berbagai layanan dari badan usaha milik negara ini.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya