Garap Pasar Eropa, NTT Ikuti Pameran Wisata Dunia di London

Oleh: Ema Sukarelawanto 05 November 2018 | 11:45 WIB
Garap Pasar Eropa, NTT Ikuti Pameran Wisata Dunia di London
Alor di Nusa Tenggara Timur (NTT)./Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR—Pemprov Nusa Tenggara Timur mengikuti World Travel Market London 5-7 November 2018 untuk memperkenalkan destinasi wisata dan menggaet wisatawan dari Eropa.

Kepala Bidang Destinase Dinas Pariwisata NTT Beni Wahon mengatakan rombongan telah berangkat di antaranya Kepala Dinas Pariwisata, Ketua BPPD, dan Ketua Asita NTT.

“Pemprov NTT kini getol melakukan percepatan untuk mendorong kepariwisataan agar menjadi lokomotif pembangunan seperti dicanangkan gubernur baru, Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat,” katanya, Minggu (4/11/2018).

Menurut Beni wisman terbanyak yang berkunjug ke NTT berasal dari Timor Leste, Australia, Belanda, Inggris dan Jepang. Pasar Eropa, terutama negara yang terkait historis seperti Belanda dan Portugis sangat potensial untuk digarap.

Berbagai festival dan kegiatan kepariwisataan diperkuat, di antaranya International Tour di Timor 4-8 Desember 2018 mendatang,

Belum lama ini didatangkan 15 biro perjalanan potensial dari sejumlah negara Amerika Selatan ke Labuan Bajo, salah satu ’10 Bali Baru’ yang dicanangkan pemerintah.   

Ia menyebut saat ini seluruh pemangku kepentingan pariwisata bekerja keras untuk mewujudkan berbagai program, terutama mendorong peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun macanegara.

Pada 2017 angka kunjungan wisatawan mancanegara tercatat hanya sekitar 700 ribu orang dari target 1,5 juta orang.

Kata Beni pada Januari-Juli 2018 wisman yang berkunjung ke NTT tercatat 200 ribu orang, sedangkan wisatawan dimestik lebih dari 1 juta orang.

Dia memastikan target kunjungan wisman sebesar 1,5 juta orang tidak akan terpenuhi hingga akhir tahun.  

Beni menjelaskan kunjungan wisman yang tercatat tersebut adalah yang datang langsung ke NTT, sedangkan wisman yang melalui Bali tidak teregistrasi lagi. 

“Oleh karena itu, NTT sangat mendambakan adanya penerbangan langsung dari luar negeri untuk menarik minat wisatawan dan memudahkan pencatatan kunjungan,” ujarnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya