Danone Aqua Operasikan Truk Sampah Botol Plastik di Bali

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 31 Oktober 2018 | 17:36 WIB
Danone Aqua Operasikan Truk Sampah Botol Plastik di Bali
Siswa SMP Wisata Sanur memasukkan botol plastik sisa ke truk pengangkut sampah milik Danone Aqua bernama #BijakBerplastik, Rabu (31/10/2018)/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR – Danone Aqua akan mengoperasikan truk pengangkut sampah plastik keliling bernama #BijarBerplastik pada akhir tahun ini di Bali untuk mendukung target pemerintah mengurangi 70% sampah plastik pada 2025.

Sebagai percobaan, pada Rabu (31/10/2018). Danone Aqua mengoperasikan satu truk sampah di SMP Wisata Sanur. Di sekolah tersebut, siswa diajak berbaris untuk membuang sampah plastik ke truk itu.

Direktur Pembangunan Berkelanjutan Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan nantinya truk itu tidak hanya menyasar sekolah saja tetapi juga pusat perbelanjaan. Langkah yang dilakukan Dnone Aqua ini merupakan bagian dari edukasi kepada konsumen.

“Selama ini persepsi publik mengenai sampah kan adalah hal kotor,” katanya, Rabu (31/10/2018).

Kata dia, dengan pengoperasian truk sampah maka akan memudahkan pihaknya dalam mengumpulkan botol. Selanjutnya, botol-botol tersebut akan didaur ulang dan diproses kembali menjadi kemasan Danone-Aqua.

“Bagaimana kita mulai pelan-pelan sampah kalau dikelola baik dengan teknologi bagus, akan menjadi produk yang berguna,” katanya.

Selain mengoperasikan truk sampah keliling, Danone Aqua juga menggandeng beberapa sekolah di Bali untuk membuat program bank sampah. Seperti di SMP Wisata Sanur yang telah memiliki Bank Sampah sejak 2010.

Kepala Sekolah SMP Wisata Sanur Gusti Made Raka mengatakan siswa masing-masing kelas diajak mengumpulkan sampah setiap hari. Dalam satu minggu, sampah yang sudah terkumpul itu akan dibawa ke Bank sampah yang terletak di halaman sekolah.

Di Bank Sampah sekolah, nantinya limbah akan dikelompokkan, antara organik dan anorganik. Limbah anorganik yang merupakan sampah plastik akan dijual ke pengepul seperti BALI PET Recycling Center untuk diolah lagi menjadi kemasan produk Aqua.

Sementara, sampah organik akan diolah menjadi pupuk kompos yang juga kembali digunakan di kebun belakang sekolah.

“Setidaknya per bulan kita bisa mengumpulkan 40 kg sampah plastik,” katanya. 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya