Bali Optimistis UMP 2019 Disepakati Semua Pihak

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 31 Oktober 2018 | 16:24 WIB
Bali Optimistis UMP 2019 Disepakati Semua Pihak
Buruh perempuan demo./Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bali Ni Luh Made Wiratmi mengatakan Upah Minimum Provinsi (UMP) di Pulau Dewata yang akan diumumkan pada Kamis (1/11/2018) telah berdasarkan kesepakatan antara asosiasi pengusaha dan serikat pekerja. 
 
Dia pun optimistis seluruh perusahaan di Bali akan menerapkan kenaikan UMP terbaru ini. Apalagi, di Bali, banyak perusahaan terutama industri pariwisata yang menerapkan gaji di atas UMP.
 
“Itu kan standar pengupahan terendah. Kalau mampu membayar Rp5 juta, silakan jadi bisa mengabaikan Peraturan Gubernur (Pergub). UMP ini kan agar mengatur perusahaan agar tidak semena-mena,” papar Wiratmi, Rabu (31/10/2018). 
 
Dia sendiri belum berani memberikan angka pasti mengenai besaran UMP di Bali. Adapun UMP Bali pada 2018 adalah sebesar Rp2.127.157 atau mengalami kenaikan 8,71% dari tahun sebelumnya.
 
Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, dijelaskan bahwa perhitungan upah terbaru dihitung dari besaran inflasi nasional ditambah persentase pertumbuhan ekonomi nasional dikalikan UMP atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sebelumnya dan hasilnya dijumlahkan lagi dengan UMK atau UMP sebelumnya.

Inflasi nasional tercatat sebesar 2,88% dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,15%. Jika ditotal, presentase peningkatan UMP adalah sebesar 8,03%.
 
Wiratmi hanya menyatakan bahwa dia meyakini UMP Bali pada 2019 akan naik didukung oleh inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
 
“Selalu harus naik, tidak ada yang tidak naik, kalau pertumbuhan ekonomi pasti naik,” tambahnya. 
 

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya