RI Didorong Manfaatkan Material Sains untuk Pembangunan Berkelanjutan

Oleh: Ema Sukarelawanto 31 Oktober 2018 | 20:45 WIB
RI Didorong Manfaatkan Material Sains untuk Pembangunan Berkelanjutan
Ilustrasi/Reuters

Bisnis.com, MANGUPURA--Indonesia didorong memanfaatkan komponen material sains untuk mendukung terwujudnya program pembangunan berkelanjutan. 

President of Materials Research Societies (MRS) Indonesia Prof. Evvy Kartini mengatakan banyak material sains yang kini sedang menjadi tren seperti energi electric vehicle berbasis energi baru terbarukan dan materi lithium battery. 

"Teknologi masa depan adalah industri 4.0 yang berbasis material seperti vensor, device, robot dan kita membicarakan kemungkinan memiliki solarod untuk menyimpan energi matahari , kemudian electric vehicle bisadi-charging sambil jalan, itu  mimpi kita," katanya di sela-sela 19th International Conference in Asia-International Union of Materials Research Societies (ICA-IUMRS), Rabu (31/10/2018).

Menurut Evvy yang juga penetili dari BATAN INI, Indonesia bisa ambil bagian sebagai pelopor pemanfaatan material sains dengan memulainya dari riset seperti yang telah diterapkan di China.

Kata dia berbagai hal terkait perkembangan material sains dibahas dalam pertemuan yang diikuti 200 ahli dan 40 pembicara dari 20 negara tersebut. 

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih mengatakan konferensi ini memiliki peran strategis karena masyarakat material sains akan sangat membantu merealisasikan pembangunan berkesinambungan yang ramah lingkungan. 

"Karena kita juga memiliki komitmen didalam kesepakatan iklim Paris 2015, mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% sampai tahun 2030, dan tentunya perlu didukung oleh semua pihak," katanya. 

Pemerintah Indonesia disebut memiliki komitmen besar dalam mewujudkan pembangunan berkesinambungan yang ramah lingkungan. Salah satu wujud komitmen itu melalui penciptaan kota hijau. 

"Indonesia sudah bekerja keras di antaranya proper terhadap perusahaan-perusahaan diaudit pemenuhannya terhadap lingkungan, dan kota-kota juga mulai banyak yang hijau, dan energi baru terbarukan serta mengurangi kebakaran di pulau Sumatera dan Kalimantan dan juga hasilnya sudah kelihatan," ujarnya. 

Ia berharap, melalui konferensi internasional kali ini menghasilkan capaian signfikan, diantaranya soal realisasi teknologi nhijau. Masyarakat material sains diminta merumuskan roadmap dari implementasi teknologi hijau dalam mendukung pembangunan bekelanjutan. 

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Prof.  Djarot S. Wisnubroto mengatakan telah mengembangkan beberapa teknologi baru berbasis aplikasi nuklir. Salah satunya smart magnet yang bisa diaplikasikan kedalam Kapal Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut. 

"Saya kira banyak hal bisa ditekankan secara implementatif dari kaitan nuklir dengan material misalnya untuk baterai, atau misalnya untuk magnet. Kita sekarang baru mengembangkan smart magnet. Jadi itu membantu TNI AL membuat semacam kapal yang tidak bisa terdeteksi radar. Jadi yang praktis-praktis seperti itu akan kita laksanakan terus-menerus ke masyarakat," tururnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya