OOC 2018 : AS-Indonesia Luncurkan Publikasi The State of The Sea

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 29 Oktober 2018 | 14:01 WIB
OOC 2018 : AS-Indonesia Luncurkan Publikasi The State of The Sea
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. (kiri) dan Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Aryo Hanggono (kanan) berfoto bersama saat meluncurkan buku State of The Sea/Istimewa

Bisnis.com, NUSA DUA -- Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia meluncurkan publikasi berjudul The State of The Sea yang memberikan gambaran sumber daya laut dan pesisir Nusantara dalam gelaran Our Ocean Conference 2018.

Adapun publikasi tersebut diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

The State of the Sea diyakini akan menjadi sarana informasi bagi para pembuat kebijakan, praktisi, dan masyarakat luas untuk memahami lebih dalam tentang kehidupan masyarakat pesisir Indonesia, sumber daya alam laut, keanekaragaman hayati laut, dan keterhubungan ekosistem laut dan masyarakat.

Publikasi The State of the Sea juga ditujukan sebagai sumber informasi yang dapat diperbaharui pada pertemuan internasional Our Ocean Conference (OOC). Publikasi tersebut dicetak dalam tiga volume oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Volume pertama dari State of the Sea mengarahkan pembacanya untuk dapat memahami lingkungan laut dan pesisir Indonesia, keanekaragaman hayatinya, nilai-nilainya namun juga hal-hal yang menjadi ancaman.

Volume pertama juga memberikan gambaran umum tentang tata kelola serta kelembagaan pengelolaan laut dan pesisir secara nasional.

Volume kedua dan ketiga memaparkan upaya-upaya pengelolaan di Wilayah Pengelolaan Perikanan 715 melalui dukungan dari Proyek USAID SEA serta manfaat yang diharapkan.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. menyoroti pentingnya kesinambungan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Dia mengharapkan publikasi ini mampu mendorong kelestarian laut Indonesia.

"Kami berharap publikasi ini akan memberikan inspirasi, dapat menyuguhkan informasi yang mendidik, dan memandu upaya bersama kami di masa depan untuk mencapai pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di Indonesia," katanya, seperti dikutip dalam rilis, Senin (29/10/2018).

Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Aryo Hanggono mengatakan keberlanjutan kerja sama ini sangat penting untuk memastikan masa depan yang berkelanjutan, aman, dan sejahtera.

Menurutnya, perlindungan pada laut dan kekayaan hayatinya memerlukan kolaborasi berbagai pihak.

"Masing-masing individu perlu menjadi bagian dalam upaya konservasi untuk melindungi sumber daya laut yang bernilai tinggi, sehingga tidak hanya Indonesia tetapi juga dunia dapat merasakan manfaat bagi generasi yang akan mendatang,” katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya