Rasio Elektrifikasi Listrik di Bali Sudah 100%

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 27 Oktober 2018 | 12:07 WIB
Rasio Elektrifikasi Listrik di Bali Sudah 100%
Teknisi PLN melakukan perbaikan jaringan listrik yang rusak pascagempa di kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018)./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, Denpasar -- PT PLN (Persero) Distribusi Bali mengklaim rasio elektronifikasi listrik di Pulau Dewata sudah mencapai 100%. 
 
GM PLN Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni mengatakan dari survei yang sebelumnya dilakukan bersama Universitas Udayana mengenai kondisi kelistrikan di Bali, masih terdapat 113 rumah di 6 kabupaten yang belum terlayani. Enam kabupaten itu yakni Bangli, Klungkung, Karangasem, Buleleng, Jembrana, dan Tabanan.

Sementara itu, ada 27.000 rumah yang sudah terlayani tapi belum menjadi pelanggan. 
 
Dalam rangka merayakan Hari Listrik Nasional ke-73, PLN Distribusi Bali pun melakukan bantuan penyambungan dan instalasi secara gratis lewat sumbangan dana yang dilakukan seluruh karyawan. 
 
Dia memerinci dari sumbangan masing-masing karyawan PLN Bali telah terkumpul Rp118 juta yang digunakan untuk melakukan penyambungan dan instalasi ke 113 rumah tersebut. Sebanyak 99 rumah dialiri listrik melalui penarikan jaringan dan 14 rumah sisanya melalui mini solar system karena jarak yang jauh dengan perumahan lain. 
 
Suwarjoni menerangkan dengan dilakukan penyambungan dan instalasi listrik ke 113 rumah tersebut, rasio elektronifikasi listrik di Bali telah menyentuh 100%. 
 
"Jadi sejak 18 Oktober 2018, seluruh rumah di Bali sudah menikmati listrik. Sekarang kami akan mendorong 27.000 rumah yang belum menjadi pelanggan tapi sudah terlayani itu untuk bisa menjadi pelanggan," paparnya usai mengikuti Upacara Hari Listrik Nasional ke-73 di Lapangan Renon, Denpasar, Sabtu (27/10/2018) .
 
Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan rasio elektrifikasi yang sudah 100% ini merupakan suatu prestasi dan kebanggan bagi Pulau Dewata. Setelah capaian ini, pihaknya pun menargetkan agar Bali lebih banyak memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai sumber pembangkit listrik. 
 
"Kami ingin mewujudkan Bali menggunakan energi hijau dengan EBT, agar Bali ini udaranya bersih apalagi sebagai daerah pariwisata," ujarnya. 

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya