TunaiKita Sosialisasi Fintech Lending ke Pasar Tradisonal Bali

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 26 Oktober 2018 | 13:58 WIB
TunaiKita Sosialisasi Fintech Lending ke Pasar Tradisonal Bali
Perkembangan industri fintech (financial teknologi) atau teknologi finansi (tekfin) di Indonesia 2016 hingga 2018./Bisnis-Ilham Nesaba

Bisnis.com, DENPASAR -- Tunai Kita, platform peer to peer lending, menarget peningkatan 15% nasabah di Bali melalui sosialisasi langsung ke sejumlah pasar tradisonal, panel diskusi bersama Otoritas Jasa Keuangan, dan pameran fintech di Discovery mall Bali. 

TunaiKita sendiri sudah hadir di Bali sejak awal 2018 dengan volume pinjaman sejauh ini sekitar Rp4,2 miliar dari total 3.000 nasabah.

VP Corporate Affairs TunaiKita Anggie Ariningsih mengatakan Bali merupakan salah satu dari lima kota pertama yang menjadi pasar dari Tunai Kita. Sejak berdiri sekitar setahun yang lalu, TunaiKita hingga saat ini sudah ada di 159 kota dan menargetkan untuk melakukan ekspansi keseluruh Indonesia hingga akhir 2018.

Hingga Jumat (26/10/2018) sebanyak 5 pasar tradisional di Bali telah didatangi TunaiKita untuk mengadakan sosialisasi langsung ke masyarakat. Lokasi yang didatangi tersebut yakni Pasar Badung, Pasar Satria, Pasar Kumbasari, Pasar Sindhu Sanur, dan Pasar Agung.

Menurutnya, sebagai fintech lending dengan rata-rata nilai pinjaman yang ditawarkan Rp 500.000 sampai Rp20 juta justru memang menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah. Pasar dinilai menjadi salah satu lokasi yang tepat untuk menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah tersebut.

“Jadi kalau fintech mau berkembang maka menengah ke bawah harus ditembak dan harus lebih tahu,” katanya, Jumat (26/10/2018).

Sejalan dengan misi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai inklusi finansial dan perlindungan konsumen, maka TunaiKita juga ikut mensponsori kegiatan Fintech Days 2018 yang resmi dibuka Jumat (26/10/2018) di Bali bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan sejumlah perusahaan fintech lainnya.

Di Bali sendiri, selama 3 hari kedepan TunaiKita akan memberi edukasi kepada masyarakat Bali tentang berbagai manfaat dan kemudahan yang ditawarkan fintech.

Selain itu juga mengenal lebih dekat perusahaan-perusahaan fintech khususnya TunaiKita sebagai salah satu perusahaan fintech yang sudah terdaftar di OJK, belajar tentang cara mengembangkan usaha start-up, dan juga memberi informasi peluang berkarir di perusahaan fintech.  

“Pembayaran kredit di Bali tergolong sangat lancar. Jika semakin banyak warga Bali bisa mengakses kredit dengan mudah, maka hal ini akan berdampak positif pada daya beli masyarakat dan membantu memajukan perekonomian setempat,” katanya.

Dia mengklaim, teknologi TunaiKita pun telah diterima baik oleh para konsumen Indonesia di paruh pertama 2018.

Secara nasional, jumlah pinjaman yang dicairkan naik 400% lebih. Jumlah nasabah yang memilih untuk meminjam lagi dengan TunaiKita naik 60%. Sementara angka kredit macet untuk bulan Juni 2018 turun 175% dibanding Januari 2018.

“TunaiKita berharap agar masyarakat lebih melekfintech dan lebih mengerti manfaat-manfaat juga ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam menggunakan layanan jasa keuangan fintech,” katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya